Konsolidasi Koordinator Bidang, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Matangkan Mesin Politik

Probolinggo.Berdampak.Net– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan strategis bersama pengurus KWB dan para Koordinator Bidang di Desa Patunjungan, Kecamatan Paiton, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tatap muka ini fokus pada penguatan konsolidasi internal serta penyelarasan program kerja lintas sektoral.

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menyatakan bahwa koordinasi bersama para kepala bidang ini merupakan langkah taktis yang sangat krusial. Menurutnya, pemetaan visi di tingkat internal harus matang agar seluruh instrumen partai dapat bergerak secara dinamis dan terukur.

Ponirin menambahkan, penguatan struktur internal menjadi sangat urgen untuk merespons dinamika politik di Kabupaten Probolinggo yang kian berkembang. Melalui konsolidasi yang solid, Partai Gelora optimistis mampu merumuskan solusi nyata yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa soliditas pengurus merupakan pondasi utama sebelum partai melangkah ke program eksternal yang lebih luas. Tanpa adanya komunikasi yang kuat di dalam internal struktur, eksekusi program kerja di tingkat basis massa rawan mengalami hambatan koordinasi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa partai ini dibangun atas fondasi kebersamaan, keakraban, dan kerja sama tim (team work) yang kokoh. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh utama pergerakan untuk mewujudkan target-target besar partai.

Abu Bakar menguraikan bahwa kebersamaan bukan sekadar formalitas struktural, melainkan pengikat ideologis agar seluruh kader bergerak serentak. Kekuatan kolektif yang solid dinilai jauh lebih efektif dalam menghadapi tantangan politik di daerah dibanding pergerakan yang bersifat individual.

Dirinya juga meminta seluruh koordinator bidang untuk menekan ego sektoral dan mengedepankan integrasi program kerja. Dengan pembagian peran yang proporsional, visi strategis yang diturunkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diharapkan dapat terealisasi secara membumi di tingkat daerah.

Dalam pertemuan tersebut, agenda dilanjutkan dengan sesi perkenalan resmi dari masing-masing koordinator bidang yang baru menerima amanah struktural. Sesi ini dimanfaatkan untuk memaparkan rencana aksi jangka pendek serta target taktis dari tiap-tiap divisi kerja.

Diskusi yang berlangsung hangat ini berhasil mencairkan komunikasi antar-pengurus yang berasal dari latar belakang profesional berbeda. Langkah ini sekaligus mempercepat proses adaptasi fungsionaris demi terciptanya ritme kerja organisasi yang harmonis dan responsif.

Pada akhir sesi musyawarah, seluruh jajaran pengurus menyepakati satu komitmen bersama mengenai posisi politik partai di tingkat lokal. Pengurus sepakat bahwa Partai Gelora harus mampu memberikan ekses positif yang signifikan bagi dinamika perpolitikan di Kabupaten Probolinggo.

Ekses positif tersebut diwujudkan dengan menghadirkan gaya politik gagasan yang santun, cerdas, dan solutif. Partai berkomitmen menjadi motor penggerak terciptanya iklim politik daerah yang kondusif, edukatif, serta berorientasi penuh pada penyelesaian masalah publik.

Tujuan utama dari kesepakatan politik ini adalah memastikan kehadiran Partai Gelora memberikan dampak positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Probolinggo. Agenda partai ke depan akan difokuskan pada sektor kesejahteraan, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pelayanan umat.

Pertemuan ditutup dengan perumusan draf rencana aksi yang akan segera dieksekusi oleh masing-masing bidang dalam waktu dekat. Seluruh fungsionaris yang hadir menyatakan kesiapannya untuk turun ke basis massa membawa platform perjuangan partai.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian DPD, yakni Abu Bakar Rohim (Ketua), Ponirin Mika (Sekretaris), Zainul Huda (Wakil Ketua 2), Syukur Hadi Sutrisno (Bendahara), dan Hakiki Nur Hakiki (LO Partai).

Turut hadir para pengisi pos strategis daerah, yaitu Zainol Hasan (Infokom), Kiai Misbah (Pelayanan Umat), Iwan Kurniawan (Ekonomi Kreatif), Umar Falas (Keorganisasian), Hasan Basri (Kaderisasi), Hikam Yudillah (Bappilu), Gus Arif (Kebijakan Publik), serta Samsul Umam (Keummatan).

Gugah Semangat Generasi Muda, Kampanye ‘Cita-Cita Kami’ Milik @minmofficial Viral di Media Sosial

Probolinggo. Berdampak.Net– Akun media sosial resmi @minmofficial milik salah satu madrasah yang berada di naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo secara resmi meluncurkan kampanye digital terbaru bertajuk “Cita-Cita Kami” pada Senin (8/6). Gerakan yang diinisiasi oleh pengurus, guru dan siswa MINM ini hadir sebagai respons kreatif untuk menyebarkan gelombang optimisme sekaligus merajut kembali impian generasi muda di tengah dinamisnya era modern.

Lewat unggahan visual terbarunya yang kini tengah memicu perbincangan hangat, @minmofficial menyertakan serangkaian tagar populer seperti #citacita, #viralpost, dan #impian. Kampanye ini berfokus pada pesan-pesan motivasi yang menggugah para pengikut (followers) untuk berani merumuskan ambisi, mengejar target masa depan, dan saling memberikan dukungan moral.

Pantauan hingga Selasa (9/6) pagi menunjukkan unggahan tersebut terus dibanjiri respons positif dari warganet. Kolom komentar kini bertransformasi menjadi ruang diskusi publik yang sangat inspiratif, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang mulai terbuka membagikan kisah perjuangan dan impian pribadi mereka.

Pihak manajemen @minmofficial menegaskan bahwa narasi “Cita-Cita Kami” sengaja dirancang agar tidak sekadar menjadi tren sesaat atau konten viral reels yang cepat terlupakan. Gerakan ini ditargetkan mampu menjadi pemantik bagi aksi sosial yang lebih masif dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat luas.

“Aksi dari siswa MINM ini mengirimkan pesan kuat bahwa cita-cita sekecil apa pun, jika dirawat bersama dalam sebuah ekosistem yang saling mendukung, memiliki potensi besar untuk mengubah realitas,” ungkap Ponirin Mika Kepala Sub Bagian Humas dan Infok Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Fenomena ini membuktikan bahwa warganet tidak hanya menekan tombol like, tetapi juga aktif saling bertukar cerita dan membangun jejaring optimisme baru. Lewat satu gerakan terukur di dunia maya, @minmofficial sukses membuktikan bahwa media sosial masih menjadi instrumen terbaik untuk menyalakan api inspirasi dan menjaga masa depan dan cita-cita anak bangsa.

UPN Jatim dan UM Jember Perkuat Literasi Anak lewat Kuliah Tamu Buku Cerita

Jember.berdampak.net — Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur memperluas jejaring akademik melalui kuliah tamu dan penguatan kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang 1.1 FKIP Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti sekitar 35 mahasiswa. Agenda ini menjadi bagian dari kerja sama bertajuk “Penguatan Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Keilmuan Bahasa Indonesia melalui Sinergi Linguistik dan Pendidikan Bahasa Berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi.”

Kuliah tamu menghadirkan Zahro Rokhmawati, M.Pd., dosen Prodi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai narasumber dengan materi “Mengenal Buku Cerita Anak: Saatnya Menjadikan Buku Cerita Anak sebagai Sahabat Anak.” Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Yerry Mijianti, S.S., M.Pd., dosen PBSI Universitas Muhammadiyah Jember.

Kaprodi PBSI Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Eka Nova Ali Vardani, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kajian literasi anak dan pembelajaran bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini mempertemukan kebutuhan akademik dan praktik pendidikan. Mahasiswa perlu melihat buku cerita anak sebagai media literasi, karakter, dan pembelajaran bahasa,” ujarnya.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd., menilai kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik antarkampus.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kuliah tamu, tetapi berlanjut pada penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang memberi manfaat lebih luas,” katanya.

Zahro Rokhmawati menjelaskan bahwa buku cerita anak memiliki posisi penting dalam perkembangan bahasa, imajinasi, dan kepekaan sosial anak.

“Buku cerita anak bukan sekadar bacaan ringan. Ia bisa menjadi sahabat anak, ruang tumbuh imajinasi, sekaligus media membangun karakter sejak dini,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa literasi anak tidak cukup dibangun melalui kewajiban membaca. Anak perlu didekatkan dengan buku melalui cerita yang menarik, bahasa yang sesuai usia, dan nilai yang dekat dengan kehidupan mereka.

Melalui kerja sama ini, UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan bahasa Indonesia, khususnya pada pengembangan literasi anak, kajian buku cerita, dan pembelajaran bahasa yang humanistik.

Siswa SMP Kabupaten Probolinggo Borong Juara di Olimpiade IPS se-Jawa Madura

Surabaya.berdampak.net – Pelajar asal Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Dua siswi jenjang SMP berhasil menyabet gelar juara dalam ajang Olimpiade IPS se-Jawa Madura yang diselenggarakan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Surabaya pada Minggu (3/5/2026).

Kedua siswi berprestasi tersebut adalah:

  • Amelia Dwi Amanda (SMPN 1 Dringu) sebagai Juara 2.
  • Adinda Putri Wijaya (SMPN 1 Lumbang) sebagai Juara 3.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa Kabupaten Probolinggo memiliki daya saing yang kuat di kancah yang lebih luas.

“Alhamdulillah, ini tentu sangat menggembirakan bagi Disdikdaya. Prestasi ini menunjukkan semangat kompetitif anak-anak untuk bersinergi dengan pelajar dari daerah lain guna menguji pemahaman materi yang mereka dapatkan di sekolah,” ujarnya.

Like menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari tangan dingin guru pembimbing, Geo Sukma Mardali. Ketelatenan dalam memberikan motivasi serta keaktifan dalam mengikutsertakan siswa di berbagai ajang kompetisi menjadi faktor penentu perkembangan mental bertanding para siswa.

“Ketelatenan dan pendampingan beliau sangat luar biasa. Anak-anak diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui berbagai olimpiade tingkat Jawa Timur maupun Pulau Jawa,” imbuhnya.

Melalui momentum ini, Disdikdaya berharap para guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lainnya terinspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Semoga ke depan semakin banyak guru pendamping dari berbagai mata pelajaran yang mampu melahirkan siswa berprestasi, sehingga nama baik Kabupaten Probolinggo terus harum di tingkat regional maupun nasional,” tutupnya.

Pemkab Probolinggo Gelar Gerakan Percepatan Tanam Serempak

Probolinggo.berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) resmi memulai gerakan percepatan tanam serempak di lahan Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur Tiga, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis meningkatkan produksi padi dan menjaga stabilitas stok beras daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, Pj LTT dari Kementerian Pertanian RI Suwarman, jajaran penyuluh pertanian, TNI (Babinsa), hingga perangkat desa setempat.

Plt. Kabid Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa percepatan tanam ini bertujuan untuk memperluas Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus mengantisipasi potensi ancaman musim kemarau.

“Tujuannya adalah meningkatkan produksi padi dan memastikan ketersediaan beras tetap terjaga. Kami mendorong pemanfaatan lahan secara optimal agar tidak ada lahan yang menganggur. Dengan intensitas tanam yang lebih tinggi, hasil panen diharapkan lebih maksimal,” ujar Falentina.

Selain fokus pada ketahanan pangan, program ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani. Menurut Falentina, dengan siklus tanam yang lebih cepat, frekuensi panen dalam setahun akan meningkat, yang secara otomatis berdampak pada pendapatan petani.

Keberhasilan program ini juga bergantung pada sinergi lintas sektoral. “Kolaborasi antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan kelompok tani sangat krusial untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem,” tambahnya.

Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi wilayah.

Kiai Zuhri Zaini: Meneladani Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Adalah Sumber Barokah

Probolinggo.Berdampak.net– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya umat Islam untuk senantiasa mengamalkan kesunnahan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, mengikuti kebiasaan Rasulullah bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan mendatangkan keberkahan (barokah) yang nyata.

Dalam pengajian yang digelar pada Sabtu (02/05/26), Kiai Zuhri menjelaskan bahwa setiap tindakan yang dicontohkan oleh Nabi memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Beliau mengajak para santri dan masyarakat untuk tidak meremehkan amalan-amalan sunnah, meski terlihat sederhana dalam pandangan manusia.

Salah satu kebiasaan Nabi yang disorot oleh Kiai Zuhri adalah mengenai tata cara menuju tempat ibadah. Beliau memaparkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan unik saat berangkat dan pulang dari masjid, musala, atau tempat peribadatan lainnya, yakni dengan membedakan jalur yang dilewati.

“Kebiasaan Nabi dalam melaksanakan ibadah di masjid, musala, atau tempat ibadah lainnya adalah membedakan jalur antara saat masuk dan saat keluarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan filosofi di balik perbedaan jalur tersebut. Menurutnya, setiap jengkal tanah yang dilewati manusia dalam rangka melaksanakan kebaikan akan mencatat rekam jejak spiritual pelakunya.

Tempat-tempat yang dilewati tersebut, lanjut Kiai Zuhri, kelak akan menjadi saksi yang berbicara di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Semakin banyak jalur yang dilewati untuk beribadah, maka semakin banyak pula saksi yang akan memberikan kesaksian atas amal kebaikan seseorang.

Selain masalah jalur perjalanan, Kiai Zuhri juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga adab dalam beraktivitas. Salah satunya adalah kesunnahan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan saat memulai aktivitas yang bersifat baik.

Beliau mencontohkan, mulai dari memakai baju, makan, hingga masuk ke dalam masjid, hendaknya dimulai dengan bagian kanan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kemuliaan amal yang sedang dilakukan oleh seorang mukmin.

Sebaliknya, untuk aktivitas yang sifatnya kurang baik atau berkaitan dengan urusan kebersihan diri yang bersifat kotor, Nabi mengajarkan untuk mendahulukan bagian kiri. Contohnya adalah saat memasuki kamar mandi atau melepas pakaian.

Kiai Zuhri berharap agar konsistensi dalam menjalankan sunnah ini dapat membentuk karakter umat yang religius dan disiplin. Beliau menegaskan bahwa keberkahan hidup akan senantiasa mengalir bagi mereka yang berusaha menghidupkan kembali sunnah Nabi di tengah kemajuan zaman.