Pengurus KWSB Gelora Kabupaten Probolinggo Ikuti Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan di Hotel Bromo Park

Probolinggo.Berdampak.Com – Pengurus inti Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KWSB) Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo di Hotel Bromo Park, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus inti organisasi, di antaranya Ketua Abu Bakar Rohim, Wakil Ketua 1 Mohammad Nur Kholis Muslim, Wakil Ketua 2 Zainul Huda, Sekretaris Ponirin Mika, Bendahara Syukur Hadi Sutrisno, serta Iqnas Subki Adnan yang turut mendampingi jalannya acara.

Pemilihan Hotel Bromo Park sebagai lokasi dinilai strategis karena representatif untuk menampung seluruh peserta sekaligus mendukung kelancaran acara. Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten.

Ketua KWSB Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, mengatakan pembekalan tersebut merupakan langkah penting untuk mempersiapkan pengurus menghadapi dinamika organisasi ke depan.

“Pembekalan ini penting bagi kita semua sebagai pengurus, agar memiliki pemahaman yang lebih matang dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini perlu terus dilakukan secara berkala guna menjaga soliditas antarpengurus sekaligus memastikan program kerja berjalan sesuai arah kebijakan organisasi. Menurutnya, penguatan kapasitas pengurus menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid secara internal sekaligus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus KWSB dan DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo dalam berbagai program yang telah maupun akan direncanakan.

Wakil Ketua 1 KWSB, Mohammad Nur Kholis Muslim, menilai kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis bagi kepengurusan ke depan.

Senada, Wakil Ketua 2 Zainul Huda menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama kedua pihak dapat terus berlanjut, tak hanya dalam bentuk kegiatan pembekalan, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sekretaris KWSB, Ponirin Mika, menjelaskan bahwa kegiatan ini turut membahas sejumlah agenda administratif dan teknis organisasi guna menunjang tertib kelembagaan. Menurutnya, penataan administrasi yang baik menjadi kunci penting agar organisasi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Bendahara KWSB Syukur Hadi Sutrisno menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan organisasi yang transparan sebagai bagian dari tata kelola yang baik. Ia menyebut aspek pengelolaan keuangan turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

Iqnas Subki Adnan, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, memberikan masukan terkait pelaksanaan program-program organisasi ke depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas di Hotel Bromo Park ini berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh seluruh pengurus KWSB Kabupaten Probolinggo yang hadir. Seluruh pengurus berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan serta menjalin sinergi berkelanjutan bersama DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Probolinggo demi kemajuan organisasi ke depan.

Tanamkan Nilai Moderasi Beragama, Lakpesdam MWCNU Paiton Ajak Pelajar Jadi Duta Aswaja

Probolinggo.Berdampak.Com — Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menggelar kegiatan Go to School di MAN 1 Probolinggo Putri, Selasa (14/07/26). Program ini menyasar para pelajar untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah (Aswaja) sekaligus mendorong mereka menjadi duta Islam moderat di lingkungan sebaya.

Pembina kegiatan, Masruroh, menyampaikan bahwa arus paham menyimpang yang kini mudah diakses melalui platform digital menjadi salah satu alasan mendesaknya edukasi ini. “Pemahaman Aswaja an-Nahdliyah kepada pelajar sangat dibutuhkan, apalagi saat ini banyak paham-paham yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW,” katanya.

Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan juga sebagai pemateri, Ponirin Mika, menyebutkan bahwa program Go to School merupakan wujud nyata komitmen MWCNU Paiton dalam menjaga generasi muda dari pengaruh pemikiran ekstrem. “Kita ingin pelajar selamat dari pemikiran ekstrem,” ujarnya.

Kegiatan ini mengangkat tujuh materi utama, meliputi sejarah Aswaja sejak masa Rasulullah SAW, empat pilar Aswaja, sejarah dan ajaran Nahdlatul Ulama yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari pada 1926, pengenalan aliran yang bukan Aswaja, perbandingan NU dengan paham keagamaan lain, serta ancaman dan peran pemuda di era digital.

Pelajar juga dibekali pemahaman tentang manfaat nyata mengenal Aswaja, di antaranya sebagai benteng akidah dari paham takfiri dan ekstremisme, kemampuan berpikir kritis dalam memilah konten keagamaan di media sosial, serta penguatan identitas sebagai warga NU yang bangga dengan tradisi tahlilan, ziarah, dan maulid.

Di akhir kegiatan, para siswi didorong untuk mengambil peran aktif sebagai generasi Aswaja, antara lain dengan mengikuti kajian-kajian NU, bergabung di organisasi IPNU dan IPPNU, mengenalkan nilai-nilai Aswaja kepada teman sebaya, serta menunjukkan bahwa menjadi muslim yang moderat, toleran, dan cinta tanah air adalah kebanggaan, bukan kelemahan.

Dispersip Probolinggo Kerahkan 250 Penggerak Literasi, Bangun Ekosistem Cerdas di Era Digital

Probolinggo.Berdampak.Com-Di tengah derasnya arus transformasi digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa makna literasi telah jauh bergeser. Literasi kini bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi informasi secara bijak.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi yang berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat (22–26/6/2026), di Aula Pustakaloka Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo.

“Pustakawan, guru, dan pegiat literasi merupakan garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi masyarakat,” tegas Ulfiningtyas.

Bimtek ini diikuti 250 peserta dari tiga unsur penggerak literasi, yakni 100 pustakawan dan pengelola perpustakaan, 50 guru, serta 100 pegiat literasi yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selama pelatihan, mereka mendapatkan pembekalan materi teoretis dan praktis dari narasumber berlatar beragam — mulai dari internal Dispersip, akademisi, praktisi pendidikan, hingga pegiat komunitas literasi berpengalaman.

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip, Nurul Yaqin, menjelaskan bahwa penguasaan literasi informasi yang kritis menjadi sasaran utama kegiatan ini.

“Kami ingin memberikan pembekalan agar mereka mampu mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi, serta memanfaatkan sumber informasi secara kritis, etis, dan efektif,” ujar Yaqin, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, bimtek ini secara khusus mendorong sinergi lintas profesi. Kolaborasi terpadu antara pustakawan sebagai pengelola informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran, dan pegiat literasi sebagai agen perubahan diyakini menjadi kunci terbentuknya ekosistem literasi yang kuat, berkelanjutan, dan adaptif.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Probolinggo turut mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui program penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial, alokasi anggaran, peningkatan sarana prasarana, serta pelatihan berkelanjutan bagi para pengelola dan pegiat literasi.

Ulfiningtyas berharap bimtek ini menjadi titik tolak bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun daerah yang unggul.

“Kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE Literasi, berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” pungkasnya.

Ikhtiar Partai Gelora dalam Memajukan Probolinggo

Oleh : Ponirin Mika

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo

Bagi masyarakat di akar rumput Kabupaten Probolinggo, perdebatan politik di tingkat nasional sering kali terasa seperti dongeng yang jauh dari kenyataan. Ketika sebuah partai politik mengusung narasi besar tentang membawa Indonesia menjadi kekuatan superpower dunia, pertanyaan mendasar yang muncul di benak seorang petani bawang di Dringu atau nelayan di Paiton adalah: “Apa dampaknya bagi isi dompet dan keberlangsungan hidup keluarga kami?” Ini adalah pertanyaan yang sangat valid dan harus dijawab dengan jujur melalui tindakan nyata. Visi besar tidak akan ada artinya jika gagal menyelesaikan persoalan mendasar di daerah. Menjadi partai politik yang visioner berarti memiliki kemampuan ganda: mampu melihat arah masa depan global, sekaligus mampu mencangkul di sawah realitas lokal. Bagi DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, tantangan utamanya bukanlah menghafal jargon “Lima Besar Dunia”, melainkan bagaimana menerjemahkan energi besar tersebut untuk menyelesaikan masalah kemiskinan struktural, ketimpangan ekonomi, dan keterbatasan akses yang masih dihadapi oleh masyarakat Probolinggo.

Kabupaten Probolinggo adalah wilayah yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa, namun masih berjuang keras keluar dari zona daerah dengan angka kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Kita memiliki bentangan agraris yang subur, garis pantai yang panjang, potensi wisata internasional Bromo, hingga keberadaan objek vital nasional seperti PLTU Paiton. Paradoks ini menunjukkan adanya mata rantai yang terputus antara potensi sumber daya dengan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal yang harus segera disambung melalui kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, fungsi pertama Partai Gelora sebagai penyambung aspirasi harus diarahkan pada pembenahan sektor pertanian yang menjadi urat nadi mayoritas warga Probolinggo. Aspirasi utama petani kita hari ini adalah kepastian pasokan pupuk, stabilitas harga saat panen raya—terutama untuk komoditas unggulan seperti bawang merah dan mangga—serta perlindungan dari jeratan spekulasi pasar. Gelora Probolinggo harus mengagregasikan kepentingan ini menjadi program konkret, mendorong lahirnya regulasi daerah yang melindungi hak-hak petani dari hulu hingga hilir.

Di sektor maritim, kebutuhan nelayan di sepanjang pesisir Probolinggo tidak kalah mendesak. Mereka membutuhkan modernisasi alat tangkap, kemudahan akses bahan bakar solar bersubsidi, serta infrastruktur tempat pelelangan ikan yang higienis dan adil. Melalui inovasi gagasan berbasis sains dan teknologi, Partai Gelora harus hadir menawarkan solusi konkret, seperti memfasilitasi pelatihan pengolahan produk turunan hasil laut agar para istri nelayan memiliki pendapatan alternatif saat musim paceklik tiba.

Tidak kalah penting, aspek keadilan sosial juga harus menyentuh masyarakat yang berada di wilayah kepulauan, seperti Pulau Gili Ketapang. Kebutuhan mendasar mereka akan akses transportasi laut yang aman, murah, dan terjadwal, serta pemenuhan kebutuhan air bersih dan fasilitas kesehatan yang layak adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan. Gelora Probolinggo berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan konektivitas wilayah yang berkeadilan, agar warga kepulauan tidak merasa dianaktirikan dalam proses pembangunan daerah.

Tantangan pembenahan ini tentu membutuhkan kualitas pemikiran yang matang, di sinilah pentingnya pendidikan politik yang mencerdaskan bagi warga lokal. Di Probolinggo, pendidikan politik tidak boleh lagi sekadar menjadi ajang bagi-bagi sembako atau mobilisasi massa menjelang pemilu. Partai Gelora harus mengubah pola pikir tersebut dengan menghadirkan literasi yang menyadarkan warga bahwa pilihan politik mereka menentukan kualitas sekolah anak-anak mereka, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan ketersediaan lapangan kerja di daerah sendiri.

Melalui kaderisasi yang inklusif dan meritokratis, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemuda-pemudi lokal, aktivis, santri, dan akademisi daerah untuk ambil bagian dalam merancang masa depan Probolinggo. Kita membutuhkan teknokrat lokal yang paham cara mengelola anggaran daerah agar efisien, sosiolog lapangan yang mengerti karakter masyarakat Pandhalungan (perpaduan Jawa dan Madura), serta wirausahawan muda yang mampu menggerakkan sektor UMKM digital di pelosok desa.

Langkah ini hanya bisa dicapai melalui strategi kolaborasi terbuka dengan seluruh elemen sektoral di Kabupaten Probolinggo. Gelora tidak boleh eksklusif; partai ini harus menjadi ruang temu bagi para tokoh agama, budayawan, pelaku wisata Bromo, hingga asosiasi pekerja. Menyatu dengan karakter masyarakat Probolinggo yang agamis dan menjunjung tinggi nilai gotong royong adalah modal sosial terbesar untuk menggerakkan roda pembangunan dari tingkat bawah.

Pada akhirnya, kontribusi nyata Partai Gelora di Kabupaten Probolinggo diukur dari keberhasilannya melakukan pemberdayaan di tingkat keluarga dan komunitas. Narasi Indonesia sebagai kekuatan dunia harus dimulai dengan memastikan bahwa tidak ada lagi anak di Probolinggo yang putus sekolah karena kendala biaya, tidak ada ibu hamil yang kekurangan gizi, dan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan yang layak. Ketika ketahanan ekonomi keluarga di desa-desa Probolinggo sudah kuat, maka fondasi bangsa ini untuk menjadi negara yang disegani di dunia otomatis akan terbentuk. Kerja politik ini adalah sebuah ikhtiar panjang untuk mengembalikan hakikat partai politik sebagai pelayan rakyat yang sesungguhnya. Partai Gelora Kabupaten Probolinggo tidak ingin sekadar menabur janji manis di masa kampanye, melainkan berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat dalam suka dan duka. Dengan membumikan visi global ke dalam solusi nyata atas kebutuhan lokal, kita optimistis dapat membawa Kabupaten Probolinggo keluar dari ketertinggalan dan bergerak mantap menuju gerbang kemakmuran yang berkeadilan.

Konsolidasi Koordinator Bidang, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Matangkan Mesin Politik

Probolinggo.Berdampak.Net– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan strategis bersama pengurus KWB dan para Koordinator Bidang di Desa Patunjungan, Kecamatan Paiton, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tatap muka ini fokus pada penguatan konsolidasi internal serta penyelarasan program kerja lintas sektoral.

Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menyatakan bahwa koordinasi bersama para kepala bidang ini merupakan langkah taktis yang sangat krusial. Menurutnya, pemetaan visi di tingkat internal harus matang agar seluruh instrumen partai dapat bergerak secara dinamis dan terukur.

Ponirin menambahkan, penguatan struktur internal menjadi sangat urgen untuk merespons dinamika politik di Kabupaten Probolinggo yang kian berkembang. Melalui konsolidasi yang solid, Partai Gelora optimistis mampu merumuskan solusi nyata yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa soliditas pengurus merupakan pondasi utama sebelum partai melangkah ke program eksternal yang lebih luas. Tanpa adanya komunikasi yang kuat di dalam internal struktur, eksekusi program kerja di tingkat basis massa rawan mengalami hambatan koordinasi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Abu Bakar Rohim, menegaskan bahwa partai ini dibangun atas fondasi kebersamaan, keakraban, dan kerja sama tim (team work) yang kokoh. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh utama pergerakan untuk mewujudkan target-target besar partai.

Abu Bakar menguraikan bahwa kebersamaan bukan sekadar formalitas struktural, melainkan pengikat ideologis agar seluruh kader bergerak serentak. Kekuatan kolektif yang solid dinilai jauh lebih efektif dalam menghadapi tantangan politik di daerah dibanding pergerakan yang bersifat individual.

Dirinya juga meminta seluruh koordinator bidang untuk menekan ego sektoral dan mengedepankan integrasi program kerja. Dengan pembagian peran yang proporsional, visi strategis yang diturunkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diharapkan dapat terealisasi secara membumi di tingkat daerah.

Dalam pertemuan tersebut, agenda dilanjutkan dengan sesi perkenalan resmi dari masing-masing koordinator bidang yang baru menerima amanah struktural. Sesi ini dimanfaatkan untuk memaparkan rencana aksi jangka pendek serta target taktis dari tiap-tiap divisi kerja.

Diskusi yang berlangsung hangat ini berhasil mencairkan komunikasi antar-pengurus yang berasal dari latar belakang profesional berbeda. Langkah ini sekaligus mempercepat proses adaptasi fungsionaris demi terciptanya ritme kerja organisasi yang harmonis dan responsif.

Pada akhir sesi musyawarah, seluruh jajaran pengurus menyepakati satu komitmen bersama mengenai posisi politik partai di tingkat lokal. Pengurus sepakat bahwa Partai Gelora harus mampu memberikan ekses positif yang signifikan bagi dinamika perpolitikan di Kabupaten Probolinggo.

Ekses positif tersebut diwujudkan dengan menghadirkan gaya politik gagasan yang santun, cerdas, dan solutif. Partai berkomitmen menjadi motor penggerak terciptanya iklim politik daerah yang kondusif, edukatif, serta berorientasi penuh pada penyelesaian masalah publik.

Tujuan utama dari kesepakatan politik ini adalah memastikan kehadiran Partai Gelora memberikan dampak positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Probolinggo. Agenda partai ke depan akan difokuskan pada sektor kesejahteraan, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pelayanan umat.

Pertemuan ditutup dengan perumusan draf rencana aksi yang akan segera dieksekusi oleh masing-masing bidang dalam waktu dekat. Seluruh fungsionaris yang hadir menyatakan kesiapannya untuk turun ke basis massa membawa platform perjuangan partai.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian DPD, yakni Abu Bakar Rohim (Ketua), Ponirin Mika (Sekretaris), Zainul Huda (Wakil Ketua 2), Syukur Hadi Sutrisno (Bendahara), dan Hakiki Nur Hakiki (LO Partai).

Turut hadir para pengisi pos strategis daerah, yaitu Zainol Hasan (Infokom), Kiai Misbah (Pelayanan Umat), Iwan Kurniawan (Ekonomi Kreatif), Umar Falas (Keorganisasian), Hasan Basri (Kaderisasi), Hikam Yudillah (Bappilu), Gus Arif (Kebijakan Publik), serta Samsul Umam (Keummatan).

Gugah Semangat Generasi Muda, Kampanye ‘Cita-Cita Kami’ Milik @minmofficial Viral di Media Sosial

Probolinggo. Berdampak.Net– Akun media sosial resmi @minmofficial milik salah satu madrasah yang berada di naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo secara resmi meluncurkan kampanye digital terbaru bertajuk “Cita-Cita Kami” pada Senin (8/6). Gerakan yang diinisiasi oleh pengurus, guru dan siswa MINM ini hadir sebagai respons kreatif untuk menyebarkan gelombang optimisme sekaligus merajut kembali impian generasi muda di tengah dinamisnya era modern.

Lewat unggahan visual terbarunya yang kini tengah memicu perbincangan hangat, @minmofficial menyertakan serangkaian tagar populer seperti #citacita, #viralpost, dan #impian. Kampanye ini berfokus pada pesan-pesan motivasi yang menggugah para pengikut (followers) untuk berani merumuskan ambisi, mengejar target masa depan, dan saling memberikan dukungan moral.

Pantauan hingga Selasa (9/6) pagi menunjukkan unggahan tersebut terus dibanjiri respons positif dari warganet. Kolom komentar kini bertransformasi menjadi ruang diskusi publik yang sangat inspiratif, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang mulai terbuka membagikan kisah perjuangan dan impian pribadi mereka.

Pihak manajemen @minmofficial menegaskan bahwa narasi “Cita-Cita Kami” sengaja dirancang agar tidak sekadar menjadi tren sesaat atau konten viral reels yang cepat terlupakan. Gerakan ini ditargetkan mampu menjadi pemantik bagi aksi sosial yang lebih masif dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat luas.

“Aksi dari siswa MINM ini mengirimkan pesan kuat bahwa cita-cita sekecil apa pun, jika dirawat bersama dalam sebuah ekosistem yang saling mendukung, memiliki potensi besar untuk mengubah realitas,” ungkap Ponirin Mika Kepala Sub Bagian Humas dan Infok Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Fenomena ini membuktikan bahwa warganet tidak hanya menekan tombol like, tetapi juga aktif saling bertukar cerita dan membangun jejaring optimisme baru. Lewat satu gerakan terukur di dunia maya, @minmofficial sukses membuktikan bahwa media sosial masih menjadi instrumen terbaik untuk menyalakan api inspirasi dan menjaga masa depan dan cita-cita anak bangsa.