UPN Jatim dan UM Jember Perkuat Literasi Anak lewat Kuliah Tamu Buku Cerita

Jember.berdampak.net — Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur memperluas jejaring akademik melalui kuliah tamu dan penguatan kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang 1.1 FKIP Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti sekitar 35 mahasiswa. Agenda ini menjadi bagian dari kerja sama bertajuk “Penguatan Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Keilmuan Bahasa Indonesia melalui Sinergi Linguistik dan Pendidikan Bahasa Berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi.”

Kuliah tamu menghadirkan Zahro Rokhmawati, M.Pd., dosen Prodi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai narasumber dengan materi “Mengenal Buku Cerita Anak: Saatnya Menjadikan Buku Cerita Anak sebagai Sahabat Anak.” Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Yerry Mijianti, S.S., M.Pd., dosen PBSI Universitas Muhammadiyah Jember.

Kaprodi PBSI Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Eka Nova Ali Vardani, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kajian literasi anak dan pembelajaran bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini mempertemukan kebutuhan akademik dan praktik pendidikan. Mahasiswa perlu melihat buku cerita anak sebagai media literasi, karakter, dan pembelajaran bahasa,” ujarnya.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd., menilai kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik antarkampus.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kuliah tamu, tetapi berlanjut pada penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang memberi manfaat lebih luas,” katanya.

Zahro Rokhmawati menjelaskan bahwa buku cerita anak memiliki posisi penting dalam perkembangan bahasa, imajinasi, dan kepekaan sosial anak.

“Buku cerita anak bukan sekadar bacaan ringan. Ia bisa menjadi sahabat anak, ruang tumbuh imajinasi, sekaligus media membangun karakter sejak dini,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa literasi anak tidak cukup dibangun melalui kewajiban membaca. Anak perlu didekatkan dengan buku melalui cerita yang menarik, bahasa yang sesuai usia, dan nilai yang dekat dengan kehidupan mereka.

Melalui kerja sama ini, UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan bahasa Indonesia, khususnya pada pengembangan literasi anak, kajian buku cerita, dan pembelajaran bahasa yang humanistik.

Siswa SMP Kabupaten Probolinggo Borong Juara di Olimpiade IPS se-Jawa Madura

Surabaya.berdampak.net – Pelajar asal Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Dua siswi jenjang SMP berhasil menyabet gelar juara dalam ajang Olimpiade IPS se-Jawa Madura yang diselenggarakan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Surabaya pada Minggu (3/5/2026).

Kedua siswi berprestasi tersebut adalah:

  • Amelia Dwi Amanda (SMPN 1 Dringu) sebagai Juara 2.
  • Adinda Putri Wijaya (SMPN 1 Lumbang) sebagai Juara 3.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa Kabupaten Probolinggo memiliki daya saing yang kuat di kancah yang lebih luas.

“Alhamdulillah, ini tentu sangat menggembirakan bagi Disdikdaya. Prestasi ini menunjukkan semangat kompetitif anak-anak untuk bersinergi dengan pelajar dari daerah lain guna menguji pemahaman materi yang mereka dapatkan di sekolah,” ujarnya.

Like menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari tangan dingin guru pembimbing, Geo Sukma Mardali. Ketelatenan dalam memberikan motivasi serta keaktifan dalam mengikutsertakan siswa di berbagai ajang kompetisi menjadi faktor penentu perkembangan mental bertanding para siswa.

“Ketelatenan dan pendampingan beliau sangat luar biasa. Anak-anak diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui berbagai olimpiade tingkat Jawa Timur maupun Pulau Jawa,” imbuhnya.

Melalui momentum ini, Disdikdaya berharap para guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lainnya terinspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Semoga ke depan semakin banyak guru pendamping dari berbagai mata pelajaran yang mampu melahirkan siswa berprestasi, sehingga nama baik Kabupaten Probolinggo terus harum di tingkat regional maupun nasional,” tutupnya.

Pemkab Probolinggo Gelar Gerakan Percepatan Tanam Serempak

Probolinggo.berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) resmi memulai gerakan percepatan tanam serempak di lahan Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur Tiga, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis meningkatkan produksi padi dan menjaga stabilitas stok beras daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, Pj LTT dari Kementerian Pertanian RI Suwarman, jajaran penyuluh pertanian, TNI (Babinsa), hingga perangkat desa setempat.

Plt. Kabid Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa percepatan tanam ini bertujuan untuk memperluas Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus mengantisipasi potensi ancaman musim kemarau.

“Tujuannya adalah meningkatkan produksi padi dan memastikan ketersediaan beras tetap terjaga. Kami mendorong pemanfaatan lahan secara optimal agar tidak ada lahan yang menganggur. Dengan intensitas tanam yang lebih tinggi, hasil panen diharapkan lebih maksimal,” ujar Falentina.

Selain fokus pada ketahanan pangan, program ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani. Menurut Falentina, dengan siklus tanam yang lebih cepat, frekuensi panen dalam setahun akan meningkat, yang secara otomatis berdampak pada pendapatan petani.

Keberhasilan program ini juga bergantung pada sinergi lintas sektoral. “Kolaborasi antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan kelompok tani sangat krusial untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem,” tambahnya.

Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi wilayah.

Kiai Zuhri Zaini: Meneladani Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Adalah Sumber Barokah

Probolinggo.Berdampak.net– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya umat Islam untuk senantiasa mengamalkan kesunnahan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, mengikuti kebiasaan Rasulullah bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan mendatangkan keberkahan (barokah) yang nyata.

Dalam pengajian yang digelar pada Sabtu (02/05/26), Kiai Zuhri menjelaskan bahwa setiap tindakan yang dicontohkan oleh Nabi memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Beliau mengajak para santri dan masyarakat untuk tidak meremehkan amalan-amalan sunnah, meski terlihat sederhana dalam pandangan manusia.

Salah satu kebiasaan Nabi yang disorot oleh Kiai Zuhri adalah mengenai tata cara menuju tempat ibadah. Beliau memaparkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan unik saat berangkat dan pulang dari masjid, musala, atau tempat peribadatan lainnya, yakni dengan membedakan jalur yang dilewati.

“Kebiasaan Nabi dalam melaksanakan ibadah di masjid, musala, atau tempat ibadah lainnya adalah membedakan jalur antara saat masuk dan saat keluarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan filosofi di balik perbedaan jalur tersebut. Menurutnya, setiap jengkal tanah yang dilewati manusia dalam rangka melaksanakan kebaikan akan mencatat rekam jejak spiritual pelakunya.

Tempat-tempat yang dilewati tersebut, lanjut Kiai Zuhri, kelak akan menjadi saksi yang berbicara di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Semakin banyak jalur yang dilewati untuk beribadah, maka semakin banyak pula saksi yang akan memberikan kesaksian atas amal kebaikan seseorang.

Selain masalah jalur perjalanan, Kiai Zuhri juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga adab dalam beraktivitas. Salah satunya adalah kesunnahan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan saat memulai aktivitas yang bersifat baik.

Beliau mencontohkan, mulai dari memakai baju, makan, hingga masuk ke dalam masjid, hendaknya dimulai dengan bagian kanan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kemuliaan amal yang sedang dilakukan oleh seorang mukmin.

Sebaliknya, untuk aktivitas yang sifatnya kurang baik atau berkaitan dengan urusan kebersihan diri yang bersifat kotor, Nabi mengajarkan untuk mendahulukan bagian kiri. Contohnya adalah saat memasuki kamar mandi atau melepas pakaian.

Kiai Zuhri berharap agar konsistensi dalam menjalankan sunnah ini dapat membentuk karakter umat yang religius dan disiplin. Beliau menegaskan bahwa keberkahan hidup akan senantiasa mengalir bagi mereka yang berusaha menghidupkan kembali sunnah Nabi di tengah kemajuan zaman.

Media Berdampak dan Pemkot Probolinggo Perkuat Sinergi Lewat Pelatihan Jurnalistik

Probolinggo.Berdampak.net – Media online Berdampak.net bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar pelatihan manajemen konflik jurnalistik dan etika dasar kejurnalistikan. Acara ini berlangsung khidmat di Gedung Ayam Wuruk, Kota Probolinggo, pada Selasa (28/04/26).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam mengelola informasi publik. Fokus utama pelatihan adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai cara menghadapi dinamika pemberitaan dan penerapan kode etik jurnalistik.

Ketua Panitia, Fajar Satrio Wibowo, dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya pelatihan ini bagi para pengelola informasi. Menurutnya, setiap instansi pemerintah wajib memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni untuk menjembatani pesan kepada publik.

Fajar menyebutkan bahwa bagian humas di setiap instansi merupakan ujung tombak pemerintah dalam menyampaikan program kerja. Oleh karena itu, kemampuan teknis jurnalistik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi di era keterbukaan informasi.

“Kegiatan Pemerintah Kota Probolinggo selama ini sudah sangat bagus. Hal tersebut perlu didukung dengan penyampaian informasi yang tepat agar sampai dan dipahami oleh masyarakat luas,” tandas Fajar.

Acara dipandu oleh Poinirin Mika yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menyoroti fenomena membanjirnya informasi di media sosial yang seringkali membingungkan masyarakat terkait kebenaran isinya.

Poinirin mengingatkan bahwa masyarakat sering sulit membedakan antara fakta dan hoaks yang tersebar masif. Hal ini menjadi tantangan besar bagi praktisi komunikasi pemerintah untuk tetap berdiri di atas kebenaran data.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar di jagat maya dapat dikategorikan sebagai berita. Sebuah informasi baru bisa disebut berita jika telah memenuhi unsur-unsur jurnalistik yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sesi materi pertama diisi oleh Ali Mashudi yang membahas mengenai urgensi memahami algoritma informasi. Ia menjelaskan bahwa di era digital, arus berita sangat sulit untuk dibendung sehingga memerlukan respon yang cepat dari pemangku kebijakan.

Ali menekankan agar para pejabat di setiap instansi memiliki kepekaan dan ketangkasan dalam menanggapi sebuah isu. Ketidaksiapan dalam merespons informasi dapat memicu opini negatif yang berkembang liar di masyarakat.

“Wartawan itu membutuhkan kejujuran. Jika para pemimpin yang memiliki masalah kemudian berlarut-larut dalam memberikan klarifikasi, maka masalah tersebut justru akan semakin panjang dan melebar,” tutur Ali.

Selanjutnya, Rahmad Hidayat dari Sahabat Lensa hadir sebagai penyaji kedua dengan materi etika konten digital. Ia mengajak para peserta untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam memproduksi konten di media sosial milik instansi.

Rahmad mengingatkan bahwa pembuatan konten tidak boleh hanya didasarkan pada keinginan pribadi atau tren semata. Aspek empati dan penghormatan terhadap hak orang lain harus tetap menjadi prioritas utama.

“Konten yang bijak adalah konten yang tidak menyalahi norma-norma yang berlaku. Kita harus memperhatikan dampak sosial dari setiap unggahan yang kita buat,” tegas Rahmad di hadapan para peserta.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo Rey Suwigtyo menutup rangkaian sambutan dengan memberikan apresiasi tinggi kepada Media Berdampak. Ia menilai inisiatif ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik yang lebih profesional dan bermartabat

Ngaji Budaya Serap Aspirasi Seniman, Arah Kebudayaan Probolinggo Diperkuat

Probolingg.Berdampak.net– Momentum Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi kebudayaan. Dewan Kebudayaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar forum “Ngaji Budaya” di Alun-alun Kraksaan, Kamis (23/4/2026) malam.
Forum ini menjadi titik temu para seniman, budayawan, dan pemangku kebijakan untuk membicarakan arah pengembangan kebudayaan daerah. Puluhan pelaku seni dari berbagai wilayah hadir, menyampaikan gagasan hingga keluhan yang selama ini dihadapi di lapangan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Ngaji Budaya kami hadirkan sebagai ruang dialog terbuka. Aspirasi dari para seniman akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang lebih kontekstual dan tepat sasaran,” ujarnya.
Diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari perlunya arah kebijakan yang lebih terstruktur, dukungan berkelanjutan bagi pelaku seni, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Dewan Kebudayaan.
Para peserta juga menyoroti pentingnya skema dukungan ekonomi bagi seniman. Selama ini, keterbatasan akses pendanaan dinilai masih menjadi kendala utama dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan karya.
Selain itu, sinergi kelembagaan menjadi sorotan penting. Arief menekankan bahwa kerja sama yang solid antara Disdikdaya dan Dewan Kebudayaan merupakan kunci dalam membangun ekosistem seni yang sehat dan berdaya.
“Apa yang disampaikan malam ini akan kami jadikan bahan evaluasi serius untuk perbaikan program ke depan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, muncul pula aspirasi mendesak terkait percepatan pelantikan pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Para seniman menilai, legalitas formal lembaga tersebut sangat penting agar mampu bergerak lebih efektif dalam mengawal program kebudayaan.
Menanggapi hal itu, Arief memastikan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pelantikan Dewan Kebudayaan menjadi bagian penting agar lembaga ini memiliki legitimasi kuat dalam menjalankan perannya,” tegasnya.
Melalui forum “Ngaji Budaya”, diharapkan lahir arah baru kebijakan kebudayaan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku seni lokal. Pemerintah daerah pun dituntut tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo.