DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo Dorong Don Muzakir Menjadi Wakil Menteri Pertanian

Probolinggo, Berdampak.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Probolinggo menyatakan dukungan kepada Don Muzakir untuk mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo, Fajar Satrio, menilai Don Muzakir merupakan sosok yang memiliki pengalaman, jaringan, dan komitmen kuat dalam memperjuangkan kemajuan sektor pertanian nasional.

Menurut Fajar, Indonesia membutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan petani dengan kebijakan pemerintah, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Pak Don Muzakir memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik terhadap persoalan pertanian. Kami meyakini beliau mampu memberikan kontribusi besar apabila dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian,” ujar Fajar.

DPD TMI Kabupaten Probolinggo juga berharap pemerintah dapat memberikan ruang kepada tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak dalam pemberdayaan petani agar pembangunan sektor pertanian semakin kuat dan berpihak kepada kesejahteraan petani.

Fajar menegaskan, dukungan tersebut merupakan aspirasi dari jajaran DPD TMI Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung penguatan sektor pertanian Indonesia. Ia berharap kepemimpinan di Kementerian Pertanian ke depan semakin mampu mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Situbondo Gas Pol: Akademi Tani & Ternak Muda Disiapkan! Targetnya Pangan Melimpah, Inflasi Terkunci

Situbondo, Berdampak.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan strategi untuk mencetak generasi baru di sektor pangan. Melalui rencana peluncuran Program Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda, Pemkab menargetkan penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.

Program ini direncanakan mulai dijalankan setelah perubahan anggaran tahun 2026. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut inisiatif tersebut sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang ingin menekuni pertanian dan peternakan secara lebih modern.

Kami akan segera menjalankan Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda pasca perubahan anggaran 2026, ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio saat menghadiri acara Capacity Building bersama Bank Indonesia Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6/2026).

Mas Rio juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono terkait rencana peluncuran program. Ia optimistis program ini akan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Berbeda dari pendidikan konvensional, akademi ini akan lebih menonjolkan praktik langsung di lapangan. Pemkab Situbondo menetapkan kawasan pertanian terpadu di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, sebagai pusat pembelajaran utama. Di sana, peserta akan mempelajari sistem budidaya tanaman hingga pengelolaan usaha pangan yang terintegrasi.

Bupati berharap akademi dapat melahirkan petani dan peternak muda yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa kewirausahaan. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen penting menjaga stabilitas harga pangan.

Sinergi dengan Bank Indonesia juga dinilai menjadi kunci. Pemkab memandang penguatan sektor pangan sebagai cara efektif untuk menekan gejolak harga pasar, dengan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga ke depan. (rh)

Universitas Negeri Malang Lakukan Pemberdayaan Kelompok Tani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, melalui Universitas Negeri Malang melakukan pelatihan diversifikasi produk bawang merah diselenggarakan untuk meningkatkan nilai jual komoditas bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah mindset petani bawang merah yang awalnya hanya sebagai produsen bawang merah mentah untuk mencoba untuk memperoduksi olahan bawang merah. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk olahan bawang merah yang dapat memperkaya pilihan pasar dan membuka peluang ekonomi baru bagi para petani. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Tegal Rejo, Kecamatan Dringu, dengan melibatkan petani bawang merah dari berbagai kelompok tani yang ada di tegal Rejo, Curah Sawo, dan Watuwungkuk.

Pelatihan ini dipimpin oleh tim ahli yang terdiri dari Dr. Adip Wahyudi, M.Pd, Prof. I Komang Astina, M.S., Ph.D, serta Melati Julia Rahma, S.P., M.Ling. Mereka berfokus pada pemberdayaan kelompok tani dengan cara mengajarkan teknik-teknik diversifikasi produk. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara mengolah bawang merah menjadi berbagai produk bernilai tambah, yaitu bawang goreng, minyak bawang dan bubuk bawang. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan penghasilan mereka, dengan tidak hanya mengandalkan penjualan bawang merah mentah.

Selain materi pelatihan, kelompok tani juga menerima bantuan alat pengolah bawang merah yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Alat-alat seperti mesin pemotong, peniris bawang, pemroses bubuk bawang merah dan juga untuk pengemasan produk, dan alat lainnya diserahkan langsung kepada kelompok tani.

“Kami berharap bantuan alat ini dapat membantu petani dalam mengolah bawang merah dengan lebih efisien dan berkualitas tinggi, sehingga hasil olahan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Prof. I Komang Astina, Ph.D, yang turut memberikan dukungan dalam pelatihan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga merasakan manfaat langsung dari bantuan alat yang diberikan.

“Dengan adanya alat baru ini, kami tidak lagi kesulitan dalam mengolah bawang merah. Proses produksi menjadi lebih cepat, dan kami bisa menghasilkan lebih banyak produk,” kata salah satu petani, Siti Nur, yang merupakan anggota Kelompok Tani Tegal Rejo.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran produk. Mereka diajarkan cara mengemas produk olahan bawang merah dengan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan, serta cara memasarkan produk melalui platform online dan toko-toko lokal. Hal ini bertujuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk olahan bawang merah dari Probolinggo.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang terlibat untuk turut serta dalam pengabdian masyarakat. Mahasiswa turut membantu dalam proses pelatihan, pengenalan alat, dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan diversifikasi produk bawang merah dan bantuan alat pengolah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kelompok tani di Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka. Dengan diversifikasi produk, diharapkan para petani bisa mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga mereka. Program ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Probolinggo, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. (fj)

Doa Bersama & Ngopi Tani di Air Terjun Guyangan: Wujud Dukungan untuk Presiden Prabowo dan Kemandirian Pangan

Probolinggo, Berdampak.net – DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Timur bersama DPD TMI Probolinggo menggelar doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto sekaligus kegiatan Ngopi Tani di kawasan wisata Air Terjun Guyangan, Kecamatan Krucil, Minggu (8/9). Acara ini juga dirangkaikan dengan peresmian Kelompok Tani (Poktan) Idaman 08 Desa Guyangan sebagai wujud semangat baru petani Probolinggo dalam memperkuat sektor pertanian lokal.

Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat hingga daerah. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung bangsa, sehingga perlu didorong agar petani semakin mandiri dan sejahtera. “Kami siap mengawal dan bersinergi dalam mewujudkan kemandirian pangan, terutama di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana hangat di tengah alam ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarpetani, tetapi juga menjadi ruang diskusi produktif untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian. Dengan semangat kebersamaan, TMI berharap Probolinggo bisa semakin sae dan mandiri pangan, sejalan visi besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (fj)

Wamentan Dukung TMI: Harus Eksis dan Bermanfaat bagi Petani Indonesia

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam suasana santai penuh kehangatan, Wakil Menteri Pertanian yang akrab disapa Mas Dar bersilaturahmi dengan para pengurus dan anggota Tani Merdeka Indonesia (TMI) dari Malang Raya dan Probolinggo. Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi semangat dan visi ke depan bagi pertanian Indonesia yang lebih berdaulat.

Mas Dar memberikan dorongan moral kepada TMI agar terus tumbuh dan menjadi gerakan petani yang kuat, eksis, serta memberi manfaat nyata, terutama bagi petani di wilayah Malang Raya dan Probolinggo. “TMI harus besar, harus eksis, dan memberi manfaat bagi seluruh petani Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua TMI Malang Raya, Alayk Mubarrok menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi dari Wamentan. “Dukungan Mas Dar menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak bersama petani membangun kemandirian pangan,” ujarnya. (fj)

Gus Chasbullah Kafabie, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

Probolinggo, Berdampak.net – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPR-D) Kabupaten Probolinggo, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gus Chasbullah Kafabie (Gus Has), mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik, untuk menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan hasil panen, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk Kimia, legislator yang juga sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi Kabupaten Probolinggo tersebut menyampaikan, dengan menggunakan pupuk kimia dalam jangka panjang, akan merusak kesuburan tanah.

“Dengan Pupuk Organik, itu bisa meminimalisir ketergantungan kita dalam penggunaan pupuk Kimia, dan tentu hasil panennya itu lebih healty lebih sehat untuk dikonsumsi,” jelas beliau, Rabu (26/05/2025) petang.

Pihaknya bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Paiton, Kotaanyaar, dan Pakuniran, serta Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Paiton berkomitmen akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap petani muda untuk menggunakan pupuk organik.

“Kami InsyaAllah akan selalu mengedukasi kepada para petani milenial, kita akan memulai dari tiga Kecamatan ini, Bismillah,” pungkasnya.

PPL Kecamatan Paiton, Abdul Haris Nasrullah, mengaku siap untuk membantu dan mendorong program yang akan dilaksanakan oleh Gus Has, dalam hal mengedukasi para petani milenial untuk bertani secara organik.

“Kami atasnama PPL di tiga Kecamatan, Paiton Kotaanyar dan Pakuniran, serta Koordinator BPP Paiton, siap mengawal dan membantu program dan Gus Has, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, terutama dalam hal bagaiman mengedukasi pemuda supaya leboh cinta terhadap pertanian, terutama pertanian organik,” jelasnya. (fiq)