Kapolres Probolinggo Silaturahmi Bersama Organisasi Mahasiswa, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Rabu, 2 September 2026, Kepolisian Resor Probolinggo menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo sebagai upaya mempererat komunikasi dan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan bertema “Mempererat Sinergitas dan Menjaga Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Probolinggo” tersebut dihadiri perwakilan HMI, GMNI, PMII, BEM Pro RAYA, hingga BEM PTNU Jawa Timur.

Dalam forum tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S., menggarisbawahi pentingnya merawat komunikasi dengan elemen pemuda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan masukan kritis terhadap isu-isu sosial.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena itu, komunikasi seperti ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ujar Asmida.

Namun, ruang dialog yang diniatkan untuk memperkuat sinergitas itu dimanfaatkan mahasiswa untuk membongkar sederet persoalan krusial di lapangan. HMI Cabang Probolinggo melontarkan kritik keras terkait maraknya kenakalan remaja, mulai dari pesta minuman keras hingga ancaman peredaran narkotika jenis sabu yang menggerogoti generasi muda.

Sorotan paling menohok tertuju pada tumpulnya pengawasan aparat di tingkat bawah. HMI membeberkan keberadaan titik penjualan miras yang beroperasi secara terbuka tepat di depan Markas Polsek Paiton. Mahasiswa mempertanyakan keras kinerja jajaran Polres Probolinggo dan Polsek Paiton yang terkesan pembiaran, mengingat lokasi peredaran barang haram tersebut berjarak sangat dekat dari markas komando kepolisian.

Tak berhenti di situ, HMI Cabang Probolinggo turut mengkritik mekanisme pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Prosedur di lapangan dinilai masih menyulitkan warga akibat minimnya transparansi dan kejelasan informasi publik.

Menanggapi rentetan kritik tajam tersebut, AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan keterbukaannya terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Polres Probolinggo.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Apa yang disampaikan tentu menjadi bahan untuk kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” kata Asmida.

Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu di masyarakat dan tidak segan menyampaikan temuan di lapangan.

Melalui silaturahmi ini, mahasiswa berharap pertemuan formal tersebut tidak berhenti sebatas seremonial semata. Besar harapan agar berbagai catatan kritis yang disampaikan—terutama penindakan tegas terhadap lokasi penjualan miras di depan Polsek Paiton, evaluasi kinerja Kapolsek setempat, serta pembenahan transparansi layanan SIM—dapat segera ditindaklanjuti secara nyata dan konkret oleh jajaran Polres Probolinggo demi mewujudkan situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

dr. Agung Mulyono Kawal Program Rakyat di Bohay hingga Aksi Langit Biru di Binor

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, dr. Agung Mulyono, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Agama dalam Membentuk Masyarakat yang Berkarakter dan Berdaya pada Jumat (28/8/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut dipusatkan di Cafe & Resto Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri pengurus PAC, Ranting Partai Demokrat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam forum sosialisasi keagamaan tersebut, dr. Agung Mulyono menekankan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral utama dalam pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, di tengah era modernisasi dan derasnya arus informasi, fondasi spiritual yang kokoh sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri, tetap menjaga norma-norma kesopanan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tidak hanya menyampaikan materi keagamaan dan kebangsaan, dokter yang dikenal merakyat ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi serta memaparkan empat program prioritas utama yang terus diperjuangkannya di DPRD Jatim demi kesejahteraan masyarakat.

Program pertama yang dipaparkan adalah sektor Kesehatan (Sehat). dr. Agung menegaskan komitmennya untuk membantu pengurusan rujukan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan berobat ke rumah sakit provinsi di Surabaya maupun Malang. Beliau memastikan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi warga Jawa Timur harus makin mudah, cepat, dan tanpa kendala birokrasi yang menyulitkan.

Program kedua menyasar penguatan ekonomi warga melalui program Cuan (Ekonomi). Dalam hal ini, dr. Agung memfasilitasi dan mendorong kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Jatim dengan suku bunga yang sangat terjangkau, yakni hanya 6 persen per tahun. Program bantuan permodalan ini diharapkan mampu menggairahkan sektor UMKM lokal serta membangkitkan perekonomian keluarga di perdesaan.

Sementara itu, program ketiga berfokus pada infrastruktur jalan melalui gerakan JPL (Jalan Perlu Pemeliharaan). dr. Agung menjelaskan bahwa jalur komunikasi telah disiapkan agar setiap laporan masyarakat mengenai jalan provinsi yang rusak dapat segera direspons dan ditindaklanjuti secara cepat oleh dinas terkait demi keselamatan pengguna jalan.

Adapun program prioritas keempat adalah penanganan Penerangan Listrik. dr. Agung berkomitmen untuk terus mengawal agar daerah-daerah atau pemukiman warga di pedalaman yang belum terjangkau penerangan memadai bisa segera mendapatkan fasilitas aliran listrik yang layak.

Setelah seluruh rangkaian acara sosialisasi penguatan agama di Pantai Bohay selesai dilaksanakan dengan lancar, dr. Agung Mulyono beserta rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo langsung bergerak menuju lokasi kedua di Musala Darul Muttaqin, Desa Binor, untuk melaksanakan program aksi lingkungan dan sosial bertajuk “Langit Biru Indonesia Asri”.

Dalam sambutannya di Musala Darul Muttaqin, dr. Agung Mulyono menyampaikan bahwa pemilihan Desa Binor sebagai pusat kegiatan aksi sosial telah melalui pertimbangan yang matang. Beliau secara terbuka menyampaikan harapannya agar Desa Binor ke depan dapat berkembang menjadi Desa Binaan Partai Demokrat, sehingga warga dapat lebih sering berinteraksi dan bersinergi dengan kader-kader Demokrat yang selalu siap menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, dr. Agung juga menyampaikan salam hangat dan pesan apresiasi dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, kepada seluruh warga Desa Binor yang hadir.

dr. Agung menegaskan bahwa program Langit Biru Indonesia Asri diusung untuk memberikan edukasi serta mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan tempat tinggal. Aksi nyata di lokasi ini diwujudkan melalui kerja bakti gotong royong melakukan pengecatan Musala Darul Muttaqin agar menjadi sarana ibadah yang lebih asri, indah, dan nyaman digunakan oleh para jamaah.

Tak berhenti di situ, kegiatan di Musala Darul Muttaqin juga dilengkapi dengan penyediaan posko layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tim medis dikerahkan secara khusus untuk memberikan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga. dr. Agung imbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut dengan tertib guna memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga yang begitu tinggi dalam mengikuti kerja bakti dan pemeriksaan kesehatan, pihak penyelenggara membagikan hadiah menarik dan doorprize. Melalui perpaduan sosialisasi keagamaan dan aksi lingkungan ini, dr. Agung berharap Partai Demokrat dapat terus menghadirkan manfaat konkret dan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kebakaran Hutan Kalimantan Meluas, PENA HIJAU Desak Langkah Konkret Pemerintah

Palangkaraya, Berdampak.net— Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Kalimantan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Kabut asap pekat dan hilangnya ratusan hektar ekosistem hutan dinilai sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan lingkungan serta kesehatan masyarakat lokal.

Pegiat lingkungan sekaligus Founder Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan (PENA HIJAU), Taufiqur Rohim, secara tegas menyesalkan berulangnya musibah hebat ini. Menurutnya, kebakaran yang terus terjadi setiap tahun menunjukkan masih lemahnya mitigasi pencegahan dan penegakan hukum di lapangan.

“Kami sangat menyesalkan kebakaran hutan di Kalimantan yang kembali meluas. Ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan krisis ekologi yang berdampak langsung pada keanekaragaman hayati dan masa depan generasi muda. Hutan Kalimantan adalah paru-paru dunia yang seharusnya kita jaga bersama, bukan dibiarkan hangus,” ujar Taufiqur Rohim.

Ia menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti, yakni penegakan hukum, dengan menindak tanpa pandang bulu para pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi yang terlibat.

“Penguatan Mitigasi Berbasis Masyarakat dengan Mengandalkan peran aktif pemuda dan komunitas lokal dalam patroli serta pemadaman dini sebelum api membesar,” lanjut pria asal Kabupaten Probolinggo tersebut.

Selanjutnya Taufiq juga menyampaikan, pentingnya restorasi lahan gambut, untuk mempercepat pemulihan kawasan yang rentan terbakar agar tidak menjadi langganan krisis setiap tahun.

Melalui organisasi PENA HIJAU, Taufiq mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk meningkatkan pengawasan serta aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam Kalimantan. Pihaknya mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk tidak hanya fokus pada pemadaman saat krisis terjadi, tetapi memperkuat strategi pencegahan jangka panjang demi mencegah dampak ekologis yang lebih parah.

“Jangan hanya melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran saja, namun pemerintah dan juga tentu dibantu oleh masyarakat diharapkan terus melakukan mitigasi jangka panjang demi mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (rd)

Semarak Maulid Nabi dan Kemerdekaan, Pemuda Tanjung Krajan Gelar Pengajian Akbar

PROBOLINGGO, Berdampak.net– Semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwujudkan Pemuda Tanjung Krajan melalui Pengajian Akbar, Kamis (20/8/2026) malam.

Bertempat di Lapangan Tanjung Krajan, tepatnya di kediaman H. Ali Wafa/H. Hadun, kegiatan tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Kegiatan yang digelar oleh Pemuda Tanjung Krajan tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Tanjung Krajan. Kepala Desa Tanjung Krajan, Mahfud, turut hadir secara langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kepemudaan yang digelar di tengah masyarakat.

Pengajian Akbar tersebut menghadirkan sejumlah muballigh, dengan Habib Ja’far bin Abu Bakar Al Mudhor sebagai pengisi tausiyah pertama. Selain itu, turut hadir dan mengisi rangkaian kegiatan Habib Husein Al-Habsyi, Habib Fikri Alhamid, Habib Jamal Lail Assegaf, dan K. Muhammad Al Fayyadl. Pengurus Ranting NU Karanganyar juga turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para tokoh agama dan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Habib Ja’far menyampaikan sejumlah pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengenai keberkahan dalam majelis Maulid Nabi, termasuk air yang telah dibacakan doa dalam kegiatan tersebut.

Menurut Habib Ja’far, keberkahan air yang dibacakan dalam majelis Maulid dapat menjadi wasilah kebaikan bagi orang yang meminumnya, baik dalam menjaga kesehatan maupun membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

“Oreng se nginum aeng se mare ebeca’e molod, insya Allah keluar dari badanna kula sareng panjenengan, keluar dari atena kula sareng panjenengan, alfu dhillin wa ‘illatin (seribu macam penyakit). Lebbi-lebbi penyakit ate se biasa arasa’ena oreng, se biasa dengghiyan ka oreng,” tutur Habib Ja’far.

Ia juga menyampaikan pesan dengan gaya yang ringan dan diselingi humor. Air tersebut, kata dia, dapat dibagikan kepada keluarga maupun tetangga sebagai bagian dari keberkahan majelis Maulid, sekaligus menjadi pengingat agar seseorang menjaga hati dan lisannya dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain.

Selain air, Habib Ja’far turut menyampaikan tentang keberkahan uang yang didoakan dalam momentum Maulid. Ia mengingatkan jamaah agar melihat rezeki bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari keberkahannya.

“Mon molod ebeca’e ka pesse, pas pesse jiya epolong bi’ pesse selaen e lacci toko utaba dompet, insya Allah ngibha baroka. Insya Allah oreng se ngalle pesse se mare ebeca’e molod jiya tak kera kakorangan pa-apa, dunyana baroka, rejekina baroka,” tambahnya.

Pesan lain yang disampaikan Habib Ja’far berkaitan dengan pendidikan dan keberkahan doa bagi anak. Dalam tausiyahnya, ia mengisahkan keteladanan Anas bin Malik RA, sahabat Nabi Muhammad SAW yang sejak kecil diserahkan oleh ibunya kepada Rasulullah SAW untuk menjadi khadam.

Sang ibu tidak hanya menyerahkan Anas kepada Rasulullah SAW, tetapi juga meminta agar Nabi mendoakannya. Rasulullah SAW kemudian mendoakan Anas bin Malik:

“Allahumma aktsir malahu wa waladahu…”

Doa tersebut menjadi salah satu bagian dari kisah keberkahan hidup Anas bin Malik yang kemudian dikenal memiliki kelimpahan harta dan keturunan.

Dari kisah tersebut, Habib Ja’far mengajak para orang tua agar ketika menitipkan atau menyerahkan anak kepada guru, kiai maupun lembaga pendidikan, tidak hanya sekadar menyerahkan tanggung jawab pendidikan, tetapi juga meminta doa dan keberkahan.

“Nika settong ajaran ka kula sareng panjenengan, mon matoro’ anak ka guru otaba Kiai, je’ patoro’ melolo tapi penta’e doa. ‘Kiai, abdhina matoro’a anak, do’aaghi Kiai’, male anagga berkat ban dadi anak se soleh/solehah,” tegas Habib Ja’far.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari tausiyah, bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keberkahan, doa dan keteladanan dari orang-orang saleh.

Sementara itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan Sholawat Nariyah yang dipimpin oleh K. Muhammad Al Fayyadl.

Dalam tausiah singkatnya, K. Muhammad Al Fayyadl menjelaskan bahwa Sholawat Nariyah telah dikenal dan diamalkan umat Islam sejak ratusan tahun lalu. Ia menyampaikan bahwa usia Sholawat Nariyah diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hingga 700 tahun.

Ia juga mengaitkan amalan sholawat dengan tiga hal penting dalam kehidupan seorang Muslim, yakni iman, Islam dan mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Menurut K. Muhammad Al Fayyadl, memperbanyak sholawat diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Kecintaan kepada Rasulullah juga diharapkan tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan dalam menjalankan ajaran Islam.

Karena itu, jamaah juga diajak untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menjalankan syariat Islam secara istiqamah, salah satunya dengan menjaga Sholat lima waktu.

Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengajak jamaah tidak hanya memperbanyak sholawat, tetapi juga memperbaiki iman, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta meningkatkan keteguhan dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Sementara itu, keterlibatan Pemuda Tanjung Krajan dalam penyelenggaraan Pengajian Akbar menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peran dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Dukungan Kepala Desa Mahfud, kehadiran para muballigh, pengurus Ranting NU Karanganyar, serta tokoh agama dan masyarakat turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran Kemerdekaan RI ke-81 pun dipadukan dalam satu kegiatan yang sarat dengan nilai religius, silaturahmi dan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Tanjung Krajan tidak hanya menghidupkan syiar keagamaan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Semarak Maulid Nabi dan Kemerdekaan, Pemuda Tanjung Krajan Gelar Pengajian Akbar

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwujudkan Pemuda Tanjung Krajan melalui Pengajian Akbar, Kamis (20/8/2026) malam.

Bertempat di Lapangan Tanjung Krajan, tepatnya di kediaman H. Ali Wafa/H. Hadun, kegiatan tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Pengajian Akbar tersebut menghadirkan sejumlah muballigh, dengan Habib Ja’far bin Abu Bakar Al Mudhor sebagai pengisi tausiyah pertama. Selain itu, turut hadir Habib Fikri Alhamid, Habib Jamal Lail Assegaf, dan K. Muhammad Al Fayyadl.

Dalam tausiyahnya, Habib Ja’far menyampaikan sejumlah pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengenai keberkahan dalam majelis Maulid Nabi, termasuk air yang telah dibacakan doa dalam kegiatan tersebut.

Menurut Habib Ja’far, keberkahan air yang dibacakan dalam majelis Maulid dapat menjadi wasilah kebaikan bagi orang yang meminumnya, baik dalam menjaga kesehatan maupun membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

“Oreng se nginum aeng se mare ebeca’e molod, insya Allah keluar dari badanna kula sareng panjenengan, keluar dari atena kula sareng panjenengan, alfu dhillin wa ‘illatin (seribu macam penyakit). Lebbi-lebbi penyakit ate se biasa arasa’ena oreng, se biasa dengghiyan ka oreng,” tutur Habib Ja’far.

Ia juga menyampaikan pesan dengan gaya yang ringan dan diselingi humor. Air tersebut, kata dia, dapat dibagikan kepada keluarga maupun tetangga sebagai bagian dari keberkahan majelis Maulid, sekaligus menjadi pengingat agar seseorang menjaga hati dan lisannya dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain.

Selain air, Habib Ja’far turut menyampaikan tentang keberkahan uang yang didoakan dalam momentum Maulid. Ia mengingatkan jamaah agar melihat rezeki bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari keberkahannya.

“Mon molod ebeca’e ka pesse, pas pesse jiya epolong bi’ pesse selaen e lacci toko utaba dompet, insya Allah ngibha baroka. Insya Allah oreng se ngalle pesse se mare ebeca’e molod jiya tak kera kakorangan pa-apa, dunyana baroka, rejekina baroka,” tambahnya.

Pesan lain yang disampaikan Habib Ja’far berkaitan dengan pendidikan dan keberkahan doa bagi anak. Dalam tausiyahnya, ia mengisahkan keteladanan Anas bin Malik RA, sahabat Nabi Muhammad SAW yang sejak kecil diserahkan oleh ibunya kepada Rasulullah SAW untuk menjadi khadam.

Sang ibu tidak hanya menyerahkan Anas kepada Rasulullah SAW, tetapi juga meminta agar Nabi mendoakannya. Rasulullah SAW kemudian mendoakan Anas bin Malik:

“Allahumma aktsir malahu wa waladahu…”

Doa tersebut menjadi salah satu bagian dari kisah keberkahan hidup Anas bin Malik yang kemudian dikenal memiliki kelimpahan harta dan keturunan.

Dari kisah tersebut, Habib Ja’far mengajak para orang tua agar ketika menitipkan atau menyerahkan anak kepada guru, kiai maupun lembaga pendidikan, tidak hanya sekadar menyerahkan tanggung jawab pendidikan, tetapi juga meminta doa dan keberkahan.

“Nika settong ajaran ka kula sareng panjenengan, mon matoro’ anak ka guru otaba Kiai, je’ patoro’ melolo tapi penta’e doa. ‘Kiai, abdhina matoro’a anak, do’aaghi Kiai’, male anagga berkat ban dadi anak se soleh/solehah,” tegas Habib Ja’far.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari tausiyah, bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keberkahan, doa dan keteladanan dari orang-orang saleh.

Sementara itu, keterlibatan Pemuda Tanjung Krajan dalam penyelenggaraan Pengajian Akbar menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peran dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran Kemerdekaan RI ke-81 pun dipadukan dalam satu kegiatan yang sarat dengan nilai religius, silaturahmi dan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Tanjung Krajan tidak hanya menghidupkan syiar keagamaan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maknai Kemerdekaan, Pemuda PENA HIJAU Bersihkan Sungai Desa Sumberkembar Probolinggo

Probolinggo, Berdampak.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (PENA HIJAU) menggelar aksi clean up river di sungai Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/08/2026).

Aksi bersih-bersih sungai ini menjadi momentum simbolis bagi para pemuda untuk memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya di era modern.

“Kegiatan clean up river yang kami lakukan di sungai Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran, kegiatan clean up kali ini sengaja kami langsungkan tepat di Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Harapannya selain merdeka dari penjajahan, Indonesia juga merdeka dari sampah,” ujar Koordinator aksi sekaligus Founder PENA HIJAU, Taufiqur Rohim.

Kehadiran para relawan PENA HIJAU mendapat respons amat positif dari warga setempat. Masyarakat sekitar lokasi sungai turut menyambut hangat aksi peduli lingkungan ini dan mengekspresikan dukungan penuh mereka terhadap kebersihan aliran sungai Desa Sumberkembar.

“Alhamdulillah setibanya kami di lokasi sungai ini, kami disambut baik oleh masyarakat. Mereka mendukung kegiatan kami, malahan mereka juga meminta kepada kami untuk dibuatkan banner atau papan peringatan larangan buang sampah sembarangan. Kedepan InsyaAllah kami akan membuatkannya,” jelas Taufiq.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan perairan darat, aksi clean up sungai ini rutin dijalankan oleh Komunitas PENA HIJAU secara konsisten setiap sepekan sekali di berbagai titik wilayah Probolinggo dan sekitarnya.