Rakor Korwil V MUI Jatim Bahas Penguatan Kelembagaan, Soroti Isu LGBT dan Karnaval HUT RI

Lumajang, Berdampak.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Koordinator Wilayah (Korwil) V Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pasca Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jawa Timur di Aula Kantor MUI Kabupaten Lumajang, Senin (27/7). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Milad ke-51 MUI itu menjadi momentum memperkuat sinergi antarpengurus MUI kabupaten/kota di wilayah tapal kuda.

Rakor dihadiri Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan. Pertemuan dipimpin oleh KH. Ahmad Hanif, SQ. selaku Ketua Korwil V MUI Jawa Timur yang juga Ketua Umum MUI Kabupaten Lumajang.

Dalam penyampaian rumusan hasil Rakor, KH. Ahmad Hanif menegaskan bahwa Rakor bukan sekadar agenda pertemuan biasa, melainkan forum strategis untuk menyatukan langkah menghadapi berbagai persoalan keumatan.

“Rakor ini bukan sekadar forum biasa, tetapi wadah menyatukan langkah dan menyamakan visi antar-MUI kabupaten/kota di Korwil V. Tantangan keumatan semakin kompleks sehingga membutuhkan koordinasi yang kuat, komunikasi yang intensif, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Karena itu, kami sepakat Rakor Korwil dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali sebagai ikhtiar memperkuat peran MUI dalam melayani umat dan menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Kyai Hanif.

Forum kemudian menyepakati empat poin penting. Pertama, Rakor Korwil V akan dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali dengan sistem tuan rumah bergiliran di masing-masing kabupaten/kota. Kesepakatan ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan sinergi program antar-MUI di wilayah Korwil V.

Kedua, peserta Rakor mendorong MUI Jawa Timur untuk memperjuangkan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memfasilitasi koordinasi pembangunan gedung kantor bagi MUI kabupaten/kota yang hingga kini belum memiliki kantor representatif.

“Masih ada MUI kabupaten/kota yang belum memiliki kantor sendiri. Kami berharap melalui MUI Jawa Timur dapat difasilitasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dikoordinasikan dengan para kepala daerah agar pembangunan/ penyediaan kantor MUI menjadi perhatian. Keberadaan kantor bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat pelayanan umat, koordinasi ulama, dan penguatan kelembagaan MUI di daerah,” tegasnya.

Selain membahas penguatan kelembagaan, Rakor juga memberikan perhatian terhadap berbagai isu strategis keumatan, termasuk fenomena LGBT yang dinilai memerlukan penguatan pembinaan, edukasi, dan langkah preventif melalui pendekatan keagamaan yang bijaksana.

Forum juga membahas penyelenggaraan karnaval dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. MUI kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan panitia agar pelaksanaan karnaval tetap berlangsung meriah tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, etika, dan norma kesusilaan.

“MUI memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pandangan dan rekomendasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, termasuk isu LGBT maupun pelaksanaan karnaval HUT RI. Harapan kami, seluruh kegiatan masyarakat tetap menghormati nilai-nilai agama, menjaga moralitas, serta tidak bertentangan dengan syariat Islam. MUI akan terus mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan penuh hikmah dalam menjalankan fungsi pembinaan umat,” tegas Kyai Hanif.

Momentum Milad ke-51 MUI menjadi penguat komitmen seluruh pengurus untuk terus meningkatkan peran MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Melalui koordinasi yang semakin intensif, Korwil V MUI Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan keumatan sekaligus memperkuat harmoni kehidupan beragama di wilayah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

Peduli Lingkungan, Komunitas PENA HIJAU Gelar Aksi Clean Up River di Kotaanyar Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Kelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (PENA HIJAU) menggelar aksi clean up river (bersih-bersih sungai) di wilayah Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Senin sore (27/07/2026). Aksi tanggap lingkungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata para generasi muda terhadap kondisi sungai yang kian tertutup tumpukan sampah.
Koordinator PENA HIJAU, Taufiqur Rohim, menegaskan bahwa gerakan ini lahir murni dari inisiatif dan keprihatinan para pemuda melihat banyaknya sampah yang mencemari aliran sungai.

“Kegiatan ini murni bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan, terlebih, banyak sungai yang dipenuhi oleh sampah, maka dari itu kami berinisiatif membersihkan sampah-sampah yang ada di sungai,” ujar Taufiqur Rohim di sela-sela aksi.

Aksi di Kotaanyar ini bukanlah gerakan sekali jalan. Taufiq menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan titik awal dari rangkaian aksi bersih-bersih sungai berkelanjutan yang menyasar beberapa Kecamatan lain di wilayah Kabupaten Probolinggo. Serta pemantauan berkala akan terus dilakukan pada sungai-sungai yang telah dibersihkan agar kondisi kebersihannya tetap terjaga.

“Sungai di Kecamatan Kotaanyar ini adalah sungai pertama yang kami lakukan clean up, dan kedepan InsyaAllah kita akan lakukan hal serupa di sungai-sungai yang ada di Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran, rencana kegiatan kita lakukan dalam seminggu sekali, dan InsyaAllah setiap satu minggu, kita akan terus lakukan pemantauan terhadap sungai-sungai yang sudah kita lakukan clean up,” tambah Taufiq.

PENA HIJAU berharap aksi nyata ini tidak hanya membebaskan sungai dari sumbatan sampah, tetapi juga mampu menggugah kesadaran warga sekitar untuk lebih menghargai ekosistem perairan lokal.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak yang positif serta membangun kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah, dan juga semoga ada kelompok-kelompok masyarakat lain yang juga membersamai kami dalam menjaga sungai dari sampah-sampah,” tutupnya penuh harap. (rd)

Kiai Zuhri Zaini ke Alumni Surabaya: Mondok Lama Bukan Jaminan, Amaliah yang Menentukan!

Probolinggo.Berdampak.Net-Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, mengajak seluruh alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Surabaya untuk terus mempererat tali silaturrahmi dengan pesantren. Imbauan tersebut disampaikan dalam acara “Silaturrahmi Wali Santri dan Alumni Bersama Pengasuh” yang berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Senin (26/07/26)

Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa keanggotaan maupun kepengurusan P4NJ bersifat terbuka. Tidak hanya alumni atau mantan santri, masyarakat umum non-alumni yang ingin berkontribusi juga dipersilakan menjadi pengurus. Langkah ini sejalan dengan pesan pendiri pesantren dan almarhum KH. Abdul Haq Zaini agar santri tidak mengkotak-kotakkan diri saat berada di tengah masyarakat.

“Lamanya mondok tidak lantas menjadi tolok ukur kesantrian seseorang, melainkan kegiatan amaliahnya. Ketika sudah keluar dari pesantren, jangan lupa wirid dan tetap belajar di mana saja agar identitas kesantriannya tidak hilang,” tegas Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri menekankan pentingnya merawat identitas santri melalui pengamalan Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Nilai-nilai tersebut mencakup kewajiban tafaqquh fiddin (memahami agama), berbuat baik, saling menolong, peduli sesama, hingga berjuang membela tanah air.

Selain itu, beliau mengingatkan para alumni untuk bijak dalam berorganisasi dan tidak mengabaikan kebaikan-kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan abaikan organisasi. Pilihlah organisasi yang memiliki tujuan, program, serta tugas yang jelas dalam hal kebaikan. Ingat juga bahwa ibadah bukan hanya shalat atau puasa, menyingkirkan batu dari jalan dan menjaga silaturrahmi seperti ini juga bagian dari ibadah,” pungkasnya sebelum memimpin doa penutup.

Teliti Cara Anak Belajar Bahasa, Tim UPN “Veteran” Jatim Turun ke MI Miftahul Ulum Batu

Malang.Berdampak.Net— Tim peneliti Program Studi Linguistik Indonesia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur turun langsung ke MI Miftahul Ulum Batu, Senin (20/7/2026), untuk mengambil data lapangan penelitian pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur dan bertujuan mendokumentasikan kemampuan berbahasa anak sebagai fondasi pengembangan kajian linguistik dan pendidikan bahasa Indonesia.

Tim peneliti berangkat sejak subuh dari Giriloka, kampus UPN “Veteran” Jawa Timur, membawa seluruh instrumen dan perlengkapan penelitian. Setibanya di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Surabaya, mereka disambut Kepala Madrasah dan humas MI Miftahul Ulum Batu, dilanjutkan koordinasi singkat untuk menyamakan jadwal, pembagian ruang kelas, dan mekanisme pendampingan siswa agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Pengambilan data dilakukan secara paralel di dua lokasi kampus madrasah tersebut. Siswa kelas 1, 2, dan 6 didata di Kampus 2, sementara kelas 3, 4, dan 5 didata di Kampus 3. Sebelum masuk ke instrumen utama, enumerator lebih dulu melakukan pemanasan lewat percakapan ringan bersama siswa untuk membangun kedekatan. Setelah suasana kelas dirasa nyaman, siswa diberi penjelasan bertahap tentang tata cara pengisian borang penulisan sesuai tingkat pemahaman masing-masing jenjang.

Selama proses berlangsung, tim mendampingi siswa yang mengalami kesulitan agar data yang terkumpul tetap merepresentasikan kemampuan berbahasa mereka secara alami. Setelah seluruh borang terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara bersama guru wali kelas untuk menggali kebiasaan berbahasa siswa di lingkungan sekolah, karakteristik bahasa ibu dan bahasa sehari-hari, hingga aktivitas di luar kelas yang memengaruhi perkembangan bahasa anak.

“Kombinasi data hasil penugasan siswa dan informasi dari guru diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai proses pemerolehan bahasa anak usia sekolah dasar,” demikian disampaikan tim peneliti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dengan siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan dan guru yang memberikan dukungan penuh selama sesi wawancara.

Kegiatan lapangan ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak MI Miftahul Ulum Batu dan sesi dokumentasi bersama. Tim peneliti menyampaikan terima kasih atas sambutan, kerja sama, dan pendampingan yang diberikan sejak awal hingga akhir kegiatan, sekaligus menegaskan bahwa keterbukaan pihak sekolah menjadi faktor penting kelancaran pengambilan data.

Kepala MI Miftahul Ulum Batu, Hj. Darul Nikmah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penelitian. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi awal hubungan baik antara madrasah dan Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur dalam bidang pendidikan maupun penelitian di masa mendatang.