Raluna Coffee Peringati Maulid Nabi, Ratusan Jamaah Larut dalam Shalawat

Probolinggo, Berdampak.net – Raluna Coffee kembali menghadirkan suasana berbeda pada Kamis (04/08/25) malam. Jika biasanya dipenuhi kajian Sirah Nabawiyah, kali ini ruang tersebut menjadi tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua Kajian Sirah Nabawiyah, Muhammad Nurkholis Muslim, menjelaskan bahwa kegiatan rutin seharusnya berupa kajian yang digelar tiap malam Jumat. Namun, karena bertepatan dengan momentum kelahiran Nabi, agenda tersebut diganti dengan acara maulid.

“Momentum maulid adalah kesempatan bagi kita untuk meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah. Karena itu, malam ini kita fokus pada peringatan kelahiran Nabi,” ujar Nurkholis.

Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta yang memenuhi ruang kafe. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, pelajar, hingga masyarakat umum yang tertarik mengikuti rangkaian kegiatan.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan surah Yasin bersama. Bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana tenang dan penuh kekhusyukan.

Setelah itu, hadirin bersama-sama melantunkan tahlil. Doa dan dzikir bergema, menciptakan iklim religius yang terasa akrab meski berada di ruang publik.

Puncak peringatan berlangsung ketika shalawat maulid Diba dibacakan. Suara lantang dan merdu para peserta membuat acara semakin hidup, seolah menghadirkan suasana perayaan kelahiran Nabi yang penuh semangat.

Para jamaah larut dalam lantunan shalawat. Sebagian bahkan berdiri dengan penuh khidmat ketika kisah kelahiran Rasulullah dibacakan.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Nurkholis Muslim menyampaikan penjelasan singkat tentang perjalanan hidup Nabi. Ia menguraikan bagaimana Rasulullah melewati fase di Makkah dan Madinah, hingga berhasil membangun peradaban Islam.

Menurutnya, mengenal sejarah hidup Nabi sangat penting agar umat Islam bisa meneladani keteguhan akidah dan keindahan akhlaknya. “Nabi adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan,” ujarnya.

Peserta terlihat menyimak dengan antusias. Beberapa mencatat penjelasan yang disampaikan, menunjukkan bahwa acara tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi.

Selain memperingati kelahiran Nabi, acara ini juga menjadi sarana silaturahmi. Seusai acara, banyak peserta yang saling bertegur sapa, berbagi cerita, dan mempererat ikatan persaudaraan.

Sejumlah jamaah mengaku bersyukur bisa hadir dalam acara tersebut. Mereka menilai peringatan maulid di ruang kafe menjadi pengalaman baru yang tetap khidmat namun terasa lebih dekat dengan generasi muda.

Panitia berharap kegiatan semacam ini bisa terus digelar setiap tahun. Bagi mereka, Maulid Nabi adalah tradisi yang harus dilestarikan agar nilai-nilai perjuangan Rasulullah tetap hidup di tengah masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Para peserta berharap peringatan ini menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta semangat meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (pm)

Menghadapi Ancaman Megathrust: Edukasi Mitigasi Bencana Gempa untuk Santri dan Santriwati Yayasan Pendidikan Islam Al-Intishor Mataram Bersama Universitas Mataram

Mataram, Berdampak.net – Mahasiswa dan dosen Unversitas Mataram melakukan kegiatan pendampingan untuk edukasi mitigasi bencana gempa pada santri dan santriwati yayasan pendidikan islam Al – Intishor Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 23 Agustus 2025.

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang cara menanggulangi bencana,terutama bencana gempa.”Kegiatan ini pada dasarnya dilakukan untuk memberitahu masyarakat terutama genereasi muda tentang pentingnya mengetahui cara atau langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana (gempa bumi).Karenanya Mahasiswa dan dosen Universitas Mataram hadir untuk memberikan edukasi kepada generasi muda dengan harapan : Generasi muda yang siap dan tangguh menghadapi bencana.
Pemberian edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan santri dan santriwati  Yayasan Pendidikan Islam Al-Intishor mengenai informasi dan langkah – langkah mitigasi gempa oleh Mahasiswa fisika,Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram Rozita dan Sofiana. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya gempa dan langkah – langkah apa saja yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana gempa bumi, serta dilakukan kegiatan latihan evakuasi gempa bumi bersama santri dan santriwati. Kemudian dilakukan juga sesi tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri dan santriwati mengenai apa saja yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana gempa bumi seperti yang telah disampaikan oleh pemateri.

Pemberian edukasi mengenai mitigasi bencana gempa ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan generasi muda dalam menghadapi bencana alam. Dengan adanya penyuluhan dan latihan praktik generasi muda diharapkan tahu langkah apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi dan mengurangi dampak bencana tersebut. (rh)

Socialpreneur Celebration, Puncak Karsa Penutupan KKN-T 2025 Unira Malang Berdampak Berkelanjutan

Malang, Berdampak.net – Setelah live-in di desa-desa seantero Malang Raya, Mahasiswa KKN-T semester genap 2025 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang ditutup secara seremonial di Hall KH. Moh Said, Rabu (3/9/2025).

Seremonial penutupan KKN-T Berdampak, Berkelanjutan Unira Malang kali ini berjalan dengan penuh antusiasme dan meriah. Vibes yang hadirkan dalam Gebyar KKN-T Sociopreneur Celebration bukan hanya sekadar seremoni penutupan, tetapi juga momentum apresiasi untuk seluruh peserta yang sudah mengabdi dan berkontribusi langsung di masyarakat.

Tema yang diambil pada seremonial penutupan KKN ini, Puncak Karsa: Socialpreneur Celebration.
Dr. Ratna Fajarwati Meditama, M.Pd., selaku PJ acara kegiatan mengungkapkan bahwa Tema yang diangkat untuk mendukung suasana acara hangat, penuh kebersamaan, sekaligus menunjukkan kreativitas serta semangat kewirausahaan sosial dari mahasiswa.

“Melalui gebyar ini, kita bisa melihat bahwa KKN-T bukan hanya tentang belajar di desa, tapi juga bagaimana mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang membawa energi positif, inovasi, dan solusi nyata untuk pembangunan masyarakat. Jadi vibes-nya bukan hanya meriah, tapi juga inspiratif, kolaboratif, dan penuh harapan ke depan,” ungkap Kak Nana, sapaan karibnya.
Abdillah U. Djawahir, Kepala LPPM Unira Malang dalam sambutannya, menginginkan bahwa acara ini menjadi panggung bagi ide-ide brilian mahasiswa, terutama dalam mengembangkan potensi lokal dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Tema besar KKN kita kali ini, Memperkokoh Ekosistem Social Enterprise Masyarakat Desa”. Dengan 3 program kerja unggulan yaitu ketahanan pangan, digitalisasi dan kolaborasi lokal.
“Alhamdulillah tema besar dan program unggulan yang kawan-kawan mahasiswa lakukan di Desa mendapatkan support dari para stakeholder, khususnya stakeholder lokal di di Desa, dan tentu harapannya community development yang dilakukan bisa berdampak dan berkelanjutan,” ungkap Abe.
Dr. Yusuf Azwar Anas, SE.MM, Dekan FEB Unira Malang menambahkan bahwa Tema KKN pada tahun ini yaitu sociopreneur sebagai trobosan baru dalam membumikan kewirausahaan sosial di desa.

“Uluran tangan dan gerakan bersama stakeholder dengan Unira Malang dalam membangun dan mengurai problem desa menjadi kunci untuk menjadikan desa sejahtera. Karena saat ini desa menjadi episentrum pembangunan, saat desa bergerak menuju kesejahteraan, maka kedepan bangsa akan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, KH. Imron Rosyadi Hamid, SE.,M.Si., Ph.D., Rektor Unira Malang dalam sambutannya mengatakan bahwa KKNT tahun 2025 secara umum telah berjalan dengan baik.
“Saya juga sempat mengunjungi salah satu desa yang menjadi daerah tempat KKNT. Respons masyarakat dan stakeholder lain di sana sangat positif. KKNT ini telah membawa dampak positif bagi masyarakat di desa-desa tempat mahasiswa mengimplementasikan ilmu dan keterampilannya,” ungkap Gus Rektor.

Ini Resep Guru Besar KAHMI untuk Prabowo dalam Mengatasi Gejolak Sosial Politik di Indonesia

Jakarta, Berdampak.net – Menyikapi gejolak sosial politik yang terjadi di Indonesia belakangan ini, Forum Guru Besar Insan Cita menilai itu terjadi dari kegagalan negara mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi. Dalam pernyataan sikap mereka, para akademisi menyebut kemajuan ekonomi Indonesia masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu, sementara desa dan daerah tertinggal belum berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru.

Kondisi ini, mereka menilai, dapat memperburuk indeks kesengsaraan rakyat sehingga memicu ketidakpuasan yang meluas.

“Lima puluh persen pendapatan negara masih dinikmati penduduk terkaya. Ketimpangan sosial antara Jawa dan luar Jawa, antara kota dan desa, belum berkurang signifikan,” tulis para guru besar dalam pernyataan yang dikutip Selasa (2/9/2025).

Para akademisi tersebut juga menyoroti lambannya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Praktik kongkalikong antara pejabat dan pengusaha masih kuat, sementara birokrasi kerap dipimpin figur tanpa integritas dan kapasitas memadai. Situasi ini, berdampak terhadap ketidakpercayaan publik yang kian tinggi terhadap eksekutif dan legislatif.

Sebagai solusi jangka menengah, para profesor mengajukan delapan langkah strategis. Di antaranya mendorong Presiden Prabowo memimpin langsung gerakan pemberantasan korupsi, serta melakukan evaluasi terhadap regulasi secara menyeluruh yang membebani rakyat, reformasi birokrasi menuju kelas dunia, serta menjaga agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana demografi.

Mereka juga menegaskan perlunya perbaikan kualitas demokrasi agar tidak terjebak pada praktik liberal yang tercerabut dari nilai-nilai Pancasila. Presiden juga diminta mengevaluasi rencana pendirian perguruan tinggi baru oleh Danantara dan lebih fokus meningkatkan mutu perguruan tinggi yang sudah ada.

“Pernyataan sikap ini adalah panggilan moral dan akademik untuk menjaga keutuhan NKRI, memperkuat demokrasi, dan memastikan kebijakan negara berpihak kepada rakyat,” ujar Prof. R. Siti Zuhro bersama Prof. Didik J. Rachbini mewakili para inisiator. (fiq)

MUI dan Ormas Islam di Kabupaten Probolinggo Serukan Kondusifitas Daerah

Probolinggo, Berdampak.net – MUI Kabupaten Probolinggo menyikapi kondisi sosial negeri dengan menggelar dialog dengan beberapa ormas keagamaan setempat, Senin (1/9/2025). Dialog itu menghasilkan seruan agar semua pihak di Kabupaten Probolinggo tetap menjaga kondusifitas.

Dialog digelar di Ruang Amanah Gedung Islamic Center Kraksaan. Selain jajaran pengurus MUI, hadir dari PCNU Kota Kraksaan, PCNU Kabupaten Probolinggo, Pengurus Daerah Muhammadiyah, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), dan perwakilan Pemkab Probolinggo diwakili Bagian Kesra.

Saat membuka dialog Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, menyampaikan bahwa kejadian demonstrasi di banyak daerah bermula dari perilaku politisi. “Jangan sampai salah atau keperucut omong,” kata Kiai Wasik, sapaannya.

Kiai Wasik menuturkan bahwa apa yang terjadi saat ini jauh dari apa yang telah dilakukan oleh pahlawan kemerdekaan, termasuk mengorbankan nyawa. “Mari kita isi kemerdekaan ini dengan kegiatan positif, jangan sampai merugikan,” tuturnya.

Usai dibuka Kiai Wasik. Secara bergantian perwakilan ormas Islam mengutarakan pandangan terkait kondisi sosial di Kabupaten Probolinggo. Termasuk rencana aksi demonstrasi mahasiswa di kantor DPRD Kota Probolinggo, 1 September 2025 namun ditunda.

Pandangan pertama disampaikan FUIB Kabupaten Probolinggo oleh Ahmad Budiono. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh ajakan yang bersifat anarkis. “Jangan sampai melakukan kerusakan, seperti gedung Grahadi Surabaya yang penuh sejarah,” katanya.

Berikutnya, pandangan dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Ahmad Muzamil. Ahmad Muzamil mengaku dihubungi oleh aparat dari Polres Probolinggo Kota. “Karena dalam informasi rencana demo (di DPRD Kota Probolinggo, Red) ada logo IPNU Kota Kraksaan,” ujarnya.

Ahmad Muzamil pun langsung menghubungi ketua IPNU Kota Kraksaan untuk memastikan kabar tersebut. Nah, hasil komunikasi itu dipastikan bahwa demonstrasi ditunda. “Kebetulan lokasi demonya tidak sesuai dengan wilayah IPNU Kota Kraksaan,” jelasnya.

Selanjutnya pendapat dari PCNU Kabupaten Probolinggo sama dengan PCNU Kota Kraksaan. Pun demikian dengan pandangan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris PD Muhammadiyah Dwi Rohmadiyanto menilai bahwa ormas Islam dan pemerintah tetap harus mewaspadai kelompok yang tetap semangat melakukan demonstrasi. “Kalau instruksi PP Muhammadiyah sudah jelas tidak boleh ikut demo. Instruksi itu diikuti oleh organisasi otonom sampai tingkat daerah,” jelas Dwi.

Sementara, Kabag Kesra Kabupaten Probolinggo Syarif Hidayatullah, menyampaikan pesan Bupati Probolinggo Gus Haris Damanhuri bahwa Pemkab Probolinggo butuh masukan dari ormas Islam untuk menjaga kondusifitas masyarakat.

“Perlu ada penguatan dari ormas agar membantu mensosialisasikan terwujudnya keamanan daerah kepada masyarakat,” ujarnya. (don)

Tani Merdeka Probolinggo Nyatakan Dukungan untuk Presiden Prabowo, Tolak Provokasi dan Adu Domba

Probolinggo, Berdampak.net – Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika sosial politik yang belakangan ramai diperbincangkan. Dalam rilis resmi yang diterima media, para petani menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga persatuan dan menolak segala bentuk provokasi.

Ada lima poin penting yang ditekankan. Pertama, mereka menolak keras segala upaya adu domba, pecah belah masyarakat, maupun provokasi yang dilakukan pihak tertentu. Kedua, Tani Merdeka menegaskan keyakinan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang selalu berpihak pada wong cilik dan kebijakan pro rakyat.

Ketiga, Tani Merdeka mendukung aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang dilakukan secara damai, namun menolak segala bentuk kekerasan dan pengrusakan dalam unjuk rasa. Keempat, mereka mengimbau semua pihak untuk mewaspadai provokator yang berusaha mengajak masyarakat berbuat anarkis. Kelima, dukungan penuh kembali ditegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin dan menyejahterakan petani.

“Prabowo Presiden… Petani Sejahtera!” demikian pekik semangat para petani dalam pernyataan yang dibacakan bersama.

Sikap ini diharapkan menjadi penegasan bahwa petani Probolinggo tetap solid mendukung program pemerintah dan menjaga suasana aman, damai, serta kondusif di tengah masyarakat. (fj)