Multi stake holder Dalam Operasi Bibir Sumbing di Probolinggo, Tingkatkan Kualitas Hidup Anak

Probolinggo, Berdampak.net – Wakil ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Probolinggo dan pemerintah kabupaten Probolinggo yang di wakili Assistant 1 Hary Kriswanto menunjukkan komitmennya dalam program visi kesehatan daerah berbasis “SAE” (Sinergi, Aksi, Efektif) dengan berkolaborasi dengan multinl stake holder melakukan bakti sosial pada 12 anak balita di Probolinggo untuk menjalani operasi bibir dan celah langit-langit sumbing secara gratis di RS Rizani.

Program ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama K3S, PT Paiton Energy, PT POMI, Yayasan Surabaya CLP Center, dan RS Rizani. Tujuannya tak sekadar penanganan medis, tapi juga untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, mencegah stigma sosial, dan memberi mereka akses yang setara terhadap pendidikan serta masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini adalah yang kedua kali dari setelah tahun sebelumnya bersamaan dengan hari kemerdekaan hal serupa juga sudah di laksanakan. (rh)

Raluna Coffee Jadi Saksi Kajian Epik Penaklukan Damaskus Bersama Dosen UNZAH

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana hangat dan penuh semangat ilmu menyelimuti Raluna Coffee, Paiton, Probolinggo, pada Sabtu malam (20/4). Dalam kajian Sirah Umar bin Khattab yang dihadiri sekitar 50 peserta, Saiful Islam tampil sebagai pemateri dan membawakan topik menarik tentang penaklukan Damaskus—salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam.

Dalam paparannya, Saiful mengajak hadirin untuk menyelami kembali kisah gemilang penaklukan kota Damaskus di bawah komando Panglima besar Islam, Khalid bin Walid. Ia menjelaskan bagaimana kota yang menjadi pusat peradaban Syam tersebut berhasil ditaklukkan melalui strategi militer yang brilian serta diplomasi yang bijak.

“Damaskus bukan hanya kota strategis, tapi juga simbol kuatnya peradaban. Penaklukannya menandai babak baru dalam ekspansi Islam yang penuh etika dan perhitungan matang,” jelas Saiful.

Namun, yang membuat kajian semakin menarik adalah penjelasan Saiful tentang keputusan Khalifah Umar bin Khattab mengganti Khalid bin Walid dari jabatannya sebagai panglima, meski tengah berjaya di medan jihad.

“Keputusan Umar bukan karena tidak percaya pada kemampuan Khalid, tetapi karena Umar ingin menegaskan bahwa kemenangan dalam Islam bukan karena sosok panglima, tapi karena pertolongan Allah. Ini pelajaran besar dalam manajemen kepemimpinan,” tutur Saiful, disambut anggukan peserta.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya-jawab yang membahas nilai-nilai strategis, spiritualitas jihad, hingga hikmah kepemimpinan dalam sejarah Islam. Kajian ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan komunitas pencinta sirah di kawasan Paiton yang rutin digelar dengan suasana santai namun sarat makna.

Acara ditutup dengan diskusi ringan dan networking sesama peserta, memperkuat semangat belajar sejarah Islam sebagai bekal dalam kehidupan dan dakwah kekinian. (pm)

Animo Meningkat Tiap Pekan, Kajian Sirah di Raluna Coffee Gaet Semua Kalangan

Probolinggo, Berdampak.net – Raluna Coffee tidak lagi sekadar menjadi tempat ngopi biasa. Kafe yang berlokasi di pusat kota ini kini menjelma sebagai pusat kajian Islam yang diminati berbagai kalangan, terutama untuk memperdalam pemahaman tentang Sirah Nabawiyah dan Sirah Khulafaur Rasyidin.

Setiap malam Selasa dan Jumat, kafe ini dipenuhi oleh jamaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga karyawan biasa, semua duduk bersama menikmati sajian ilmu yang disampaikan secara lugas dan penuh hikmah.

Ketua Kajian Sirah, Muhammad Nur Kholis Muslim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok Nabi Muhammad SAW dan para sahabat utama beliau kepada masyarakat modern.

“Banyak dari kita mengenal Nabi dan para sahabatnya secara umum, tapi belum mendalam. Padahal, kepribadian mereka sangat relevan untuk diteladani dalam kehidupan hari ini,” ujar Nur Kholis.

Menurutnya, dengan memperdalam Sirah, umat Islam akan semakin cinta kepada Nabi dan para sahabat, serta lebih mampu menerapkan nilai-nilai Islam secara kontekstual di era sekarang.

Kajian ini tidak hanya membahas peristiwa sejarah semata, tetapi juga menyoroti nilai-nilai kepemimpinan, akhlak, strategi dakwah, dan dinamika sosial yang dibangun oleh Nabi dan para Khulafaur Rasyidin.

Dalam setiap pertemuan, peserta diajak menyelami berbagai peristiwa penting, mulai dari kelahiran Nabi, wahyu pertama, hijrah, hingga perjuangan para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik, suasana kajian di Raluna Coffee dibuat santai namun penuh makna. Tidak ada sekat antara pemateri dan peserta, membuat diskusi berjalan dua arah dan menyenangkan.

Kehadiran kajian ini pun menjadi alternatif produktif bagi masyarakat urban untuk mengisi waktu malam mereka dengan kegiatan yang mencerahkan jiwa.

Suasana kafe yang cozy dan akrab, ditambah sajian kopi khas Raluna, membuat para peserta betah duduk berjam-jam mengikuti paparan materi.

Setiap pekan, jumlah peserta terus bertambah. Bahkan, beberapa di antaranya rela datang dari luar kota hanya untuk mengikuti kajian ini.

“Awalnya saya hanya coba-coba datang karena diajak teman. Tapi sekarang saya malah jadi rutin hadir karena banyak hal baru yang saya pelajari,” ujar Dani, seorang karyawan swasta yang rutin hadir setiap Jumat.

Panitia pun menyediakan bahan bacaan dan ringkasan kajian dalam bentuk digital agar peserta bisa mengulang materi di rumah.

Selain itu, suasana kekeluargaan yang terbentuk membuat kajian ini bukan hanya tempat menambah ilmu, tapi juga memperluas jaringan pertemanan antarprofesi.

Nur Kholis menambahkan bahwa Raluna Coffee memang sengaja dipilih sebagai lokasi kajian karena dianggap mampu menjangkau segmen muda dan profesional yang kerap merasa canggung datang ke masjid atau forum formal.

“Ini adalah bentuk dakwah kontekstual. Kita hadir di tempat-tempat yang tidak biasa, tapi membawa pesan Islam yang substansial,” ungkapnya.

Rencananya, panitia akan memperluas tema kajian dengan membahas juga perkembangan Islam di Nusantara, agar masyarakat lebih memahami akar sejarah dan kontribusi para ulama lokal.

Dengan makin meningkatnya animo masyarakat, panitia juga berencana menambah hari dan sesi kajian, serta mendatangkan pemateri-pemateri tamu dari berbagai daerah.

Raluna Coffee, dengan segala kesederhanaannya, kini menjelma menjadi ruang peradaban mini yang menyatukan kopi, ilmu, dan spirit keteladanan. (pm)

KAHMI Rayon UB Gelar Halal Bihalal, Dorong Soliditas dan Kontribusi Global

Malang, Berdampak.net – Keluarga besar KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi pada Minggu (20/4/2025) bertempat di Guest House UB, Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni UB lintas generasi, termasuk Rektor UB Prof. Widodo dan Rektor sebelumnya Prof. Nuhfil Hanani. Hadir pula Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho dan sejumlah pimpinan UB yang merupakan alumni HMI.

Acara berlangsung hangat dalam nuansa kebersamaan dan semangat silaturahmi. Dalam sambutannya, Prof. Nuhfil menyampaikan harapan besar agar KAHMI dapat mengambil peran strategis dalam mendorong Universitas Brawijaya mencapai prestasi global. “Kita harus memperbanyak karya nyata. KAHMI harus menjadi bagian penting dalam mengukir prestasi UB menuju peringkat 500 besar dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Widodo menekankan pentingnya kekompakan dan dampak positif KAHMI di lingkungan kampus. “KAHMI harus solid dan mampu memberi dampak nyata bagi warga Universitas Brawijaya. Kontribusi kita harus bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Presidium KAHMI UB melalui kegiatan ini berharap tali silaturahmi antaranggota terus terjaga, serta mendorong semangat kolaborasi untuk berkontribusi lebih luas bagi kampus dan masyarakat. (fjr)

HIPKA Situbondo Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Majukan UMKM

Situbondo, Berdampak.net- Yulia S Triana resmi dilantik sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI) Kabupaten Situbondo periode 2025-2030, Kamis, 17 April 2025. Perlantikan tersebut berlangsung Ballroom Utama Raya Situbondo.

Perempuan yang akrab disapa Yulia itu dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah HIPKA Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono.

Usai pelantikan, Yulia mengatakan, HIPKA Kabupaten Situbondo langsung tancap gas, khususnya dalam hal peningkatan usaha yang digeluti. “Kami langsung eksen artinya langsung pada eksekusi dalam menjalankan bisnis,” ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut, Yulia menyampaikan, HIPKA Situbondo siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memajukan UMKM di Kabupaten Situbondo. “Ini sesuai dengan tagline pemerintah daerah, yaitu Situbondo Naik Kelas. Kami ingin pelaku UMKM bisa naik kelas,” tegasnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengusaha Nahdiyin Situbondo ini mengungkapkan, HIPKA Kabupaten Situbondo juga segera berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka memberikan pelatihan ekspor-impor untuk pelaku UMKM Situbondo.

“Selain itu, kami juga memiliki target untuk mempunyai tiga usaha bersama. Ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh HIPKA Provinsi Jawa Timur. Usaha bersama ini bisa seperti pendirian kafe, rumah makan dan lain sebagainya,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Daerah HIPKA Kabupaten Situbondo, Raharto Indrajaya mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Situbondo.

“Kami ingin merangkul pelaku UMKM di Situbondo, nanti kami bekerjasama dengan berbagai pihak kami ingin UMKM di Situbondo ini bisa naik kelas,” ucapnya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Mas Pram ini mengungkapkan, pengusaha di Kota Santri harus menangkap peluang dengan adanya Tol Probowangi. Sebab, dengan adanya jalan tol itu maka mempercepat jalur distribusi barang.

“Kalau kami melihat tol ini peluang ya, karena dengan adanya tol ini distribusi barang semakin cepat. Ke Surabaya saja itu hanya butuh dua jam, sehingga sangat efektif sekali keberadaan Tol Probowangi ini,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah HIPKA Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono menjelaskan, selain Situbondo ia melantik Badan Pengurus Daerah HIPKA Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang dan Probolinggo.

“Kami memberikan motivasi pengurus HIPKA di daerah ini terus berkreasi, terus berinovasi. Sehingga HIPKA bisa bergerak lebih maksimal lagi,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini berharap, HIPKA segera terbatuk di seluruh daerah di Jawa Timur. “Kita dorong mereka ini untuk menggali potensi bisnis di daerah masing-masing. Sehingga mereka bisa bangkit dan berdaya,” pungkas pria asal Banyuwangi ini. (Fat)

HIPKA Kota Probolinggo Resmi Dikukuhkan, Ini Gebrakannya

Situbondo, Berdampak.net – Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur (BPW) Himpunan Pengusaha Kahmi (KAHMI) Jawa Timur, mengukuhkan BPD HIPKA Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi Lumajang dan Pasuruan Periode 2025-2030, bertempat di Hotel Utama Raya Situbondo, Kamis (17/05/2025).

Pengukuhan tersebut dipimpin dan dipandu langsung oleh Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Timur dr. Agung Mulyono.

“Semoga bisa amanah, dan memajukan HIPKA di masing-masing wilayah,” harapnya.

Ketua BPD HIPKA Kota Probolinggo, Amir Mahmud mengatakan, setelah dilaksanakan pelantikan pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan berbagai sektor, hal itu dimaksudkan untuk mendukung program yang akan dicanangkan oleh HIPKA Kota Probolinggo kedepan.

“Wali Kota Probolinggo, beliau jiga KAHMI, InsyaAllah beloau pasti mendukung semua kegiatan dari HIPKA Kota Probolinggo,” jelasnya singkat.

Selain itu, pohaknya juga akan terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan HMI, dengan cara melakukan pelatihan entherpreneurship terhadap para kader HMI.

“HIPKA harus menjadi wadah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha berkelanjutan, baik dari kalangan senior maupun kader muda,” ungkapnya. (fiq)