Bertemakan “Quarter Life Crisis: Ramadhan Jawabannya”, Gen Z gelar Kajian Ramadhan

Probolinggo, Berdampak.net – Komunitas Da’i Muda (KOMDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar Kajian Ramadhan bertema “Quarter Life Crisis: Ramadhan Jawabannya”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 bertempat di Mushollah Baitul Hikmah, Jrebeng Lor, Kota Probolinggo.
Kajian ini bertujuan memberikan penguatan spiritual dan wawasan keislaman kepada generasi muda, khususnya dalam menghadapi fenomena quarter life crisis, yakni kegelisahan yang kerap dialami generasi muda terkait masa depan, karier, dan arah kehidupan.
Acara dibuka secara langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulton, MA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi positif terhadap inisiatif generasi muda, khususnya Gen Z, yang berupaya memperkuat wawasan keilmuan melalui kajian keislaman di bulan suci Ramadhan.
“Langkah seperti ini patut diapresiasi. Generasi muda yang mau belajar dan memperdalam pemahaman agama akan memiliki fondasi spiritual yang kuat. Jika Gen Z memiliki ikhtiar seperti ini, insya Allah tidak akan mudah cemas dan khawatir dengan masa depannya,” ujar Kyai Sulton.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi kajian oleh Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa fenomena quarter life crisis sebenarnya dapat diatasi dengan memperkuat dimensi spiritual dan kedekatan kepada Allah SWT.
Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki orientasi hidup, serta menumbuhkan ketenangan batin melalui ibadah puasa, tilawah Al-Qur’an, dan penguatan nilai-nilai keimanan.
Kegiatan kajian ini diikuti oleh para pelajar, mahasiswa, serta generasi muda dari berbagai organisasi kepemudaan di Kota Probolinggo. Suasana kajian berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mencari solusi atas dinamika kehidupan yang mereka hadapi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tantangan zaman dengan lebih bijak, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual dan mental yang kuat, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan optimisme serta nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Kajian Ramadan: Fiqih Wanita bagi Dewan Guru MI Kahasri

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan khususnya terkait hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kahasri berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan bertajuk “Fiqih Wanita” pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula MI Kahasri.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Dewan Guru MI Kahasri. Kajian tersebut menghadirkan Ust. Khoirul Anam sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai penjelasan mendalam mengenai fiqih wanita, terutama yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari seperti thaharah, haid, nifas, istihadhah, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah seperti shalat dan puasa.

Ketua IASS sekaligus MUI Kecamatan Mayangan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang fiqih wanita, sehingga para guru memiliki landasan keilmuan yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada para peserta didik secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kami akan memperluas kerjasama dan kolaborasi dengan banyak pihak agar pemahaman tentang fiqh pada umumnya bisa dipahami oleh banyak orang”, ujar Asnafun.

Sementara itu dalam dalam pemaparannya, Ust. Khoirul Anam selalu pemateri menekankan pentingnya pemahaman fiqih wanita karena persoalan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslimah yang seringkali menimbulkan berbagai pertanyaan dalam praktik sehari-hari.
“Kajian ini menjadi momentum penting untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kualitas spiritualitas selama bulan suci Ramada”, terang Khoirul.

Suasana kajian berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan fiqih yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan para guru, khususnya dalam bidang keagamaan, sehingga dapat menjadi teladan serta sumber rujukan yang baik bagi para siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar. (hd)

Ning Iah Bekali Ribuan Santri Nurul Jadid, 5 Pesan Kunci Saat Pulang Kampung

Probolinggo, Berdampak.net – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo pada Jumat (06/03/2026). Ribuan santri putri secara resmi dilepas untuk memulai masa libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Namun, kepulangan ini bukan sekadar jeda akademik, melainkan sebuah “penugasan” untuk membawa nilai-nilai pesantren ke tengah masyarakat.

Dalam prosesi pelepasan yang khidmat tersebut, Ny. Hj. Khodijatul Khodriyah, atau yang akrab disapa Ning Iah, memberikan pembekalan khusus. Beliau menekankan bahwa status santri tidak berhenti saat mereka melintasi gerbang pesantren.
Ning Iah menitipkan lima pesan utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh santri selama berada di rumah:

  1. Menjaga Marwah Santri: Tetap teguh memegang Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Jati diri ini adalah pembeda utama santri Nurul Jadid dalam berinteraksi dengan Tuhan maupun sesama warga negara.
  2. Istiqomah dalam Ibadah: Kebaikan dan ritme ibadah yang telah ditempa di pondok harus tetap dijaga. Lingkungan rumah yang berbeda jangan sampai melunturkan kedisiplinan spiritual.
  3. Bakti kepada Orang Tua: Menjadikan restu dan pengabdian kepada orang tua sebagai prioritas utama dalam setiap langkah.
  4. Menjadi Uswatun Hasanah: Santri harus mampu menjadi teladan atau contoh yang baik bagi warga di lingkungan tempat tinggalnya.
  5. Belajar Tanpa Henti: Menanamkan prinsip bahwa pulang kampung adalah fase belajar melalui realitas sosial. “Pulang bukan berarti berhenti mencari ilmu,” tegas Ning Iah.
    “Kebaikan yang selama ini diperoleh di dalam pondok harus diistiqomahkan di rumah. Di mana pun berada, santri harus tetap dalam posisi belajar dan menebar manfaat,” ujar Ning Iah di hadapan ribuan santri.
    Untuk menjamin keamanan, pihak pesantren menerapkan prosedur kepulangan yang sangat terstruktur. Berdasarkan Surat Edaran resmi, kepulangan dibagi menjadi dua gelombang:
    • Santri Putri: Berangkat pada 16 Ramadhan 1447 H (6 Maret 2026).
    • Santri Putra: Menyusul pada 17 Ramadhan 1447 H (7 Maret 2026).
    Seluruh santri wajib mengikuti rombongan yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) daerah masing-masing. Prosedur penjemputan pun dilakukan dengan verifikasi ketat, di mana wali santri wajib menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga di titik penurunan (dropspot) yang telah ditentukan. Masa libur ini dijadwalkan akan berakhir pada akhir Maret. Santri putri diwajibkan kembali ke pesantren pada 10 Syawal 1447 H (30 Maret 2026), disusul santri putra pada hari berikutnya.
    Melalui surat edaran resminya, Pesantren menitipkan pesan kepada para wali santri untuk turut mengawasi aktivitas ibadah dan pergaulan putra-putrinya. Harapannya, sekembalinya mereka ke pondok nanti, integritas moral dan semangat pengabdian mereka tetap terjaga bahkan semakin kuat setelah berinteraksi dengan masyarakat.
Mahasiswa Linguistik UPN “Veteran” Jatim Tampil di Dua Forum Internasional Filipina dan Thailand

Surabaya, Berdampak.net— Komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditunjukkan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) melalui kiprah mahasiswanya di forum akademik global. Pada 2025, Adista Larasati, mahasiswa S-1 Linguistik Indonesia UPNVJT, tampil sebagai pembicara dalam dua konferensi internasional di Filipina dan Thailand.
Di Filipina, Adista menjadi presenter pada BINTANA International Conference: Studies, Analysis, and Research Initiatives on the Humanities (SARIH 2025) yang diselenggarakan oleh Institute of Arts and Sciences, Far Eastern University, Manila, pada 22–24 April 2025. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas perkembangan kajian humaniora di era kecerdasan artifisial dan transformasi pendidikan global.
Dalam konferensi tersebut, Adista mempresentasikan penelitian berjudul “The Role of Literacy in Early Childhood Second Language Acquisition at the International Islamic School Magetan.” Riset ini menyoroti pentingnya literasi awal dalam pemerolehan bahasa kedua pada anak usia dini serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan bahasa yang inklusif dan berorientasi global.
Partisipasi ini merupakan implementasi kerja sama akademik antara UPNVJT dan Far Eastern University yang diinisiasi melalui kolaborasi Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. (UPNVJT) dan Dr. Dennis H. Pulido (FEU).
Selain di Filipina, Adista juga tampil sebagai pembicara pada SSVIT International Conference 2025 yang digelar oleh Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology di Peboonsuvarnabhumi Auditorium, Samut Prakan, Thailand, pada 10 Oktober 2025.
Pada forum tersebut, ia mempresentasikan topik “Artificial Intelligence for the Preservation of Endangered Languages Through a Case Study from Indonesia in the Context of Global Sustainability.” Presentasi ini membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam pelestarian bahasa terancam punah sebagai kontribusi linguistik terhadap agenda keberlanjutan global.
Keikutsertaan Adista di Thailand merupakan bagian dari kerja sama akademik antara UPNVJT dan Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology yang diinisiasi melalui kolaborasi Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Rattanaporn Muhry.
Selain aktif sebagai presenter internasional, Adista juga berperan sebagai KANCA BIPA (student buddy) dalam Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) – BIPA UPNVJT. Dalam peran tersebut, ia mendampingi mahasiswa internasional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta adaptasi akademik dan budaya.
Keterlibatan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai aktor diplomasi akademik sekaligus representasi kontribusi generasi muda Indonesia dalam dialog ilmiah lintas negara. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UPNVJT dalam memperkuat kualitas pendidikan, riset, serta jejaring global di kawasan ASEAN dan tingkat internasional.

KPU Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Pemilu dan Koordinasi Intensif Bersama FKUB

Probolinggo, Berdampak.net — Komisi Pemilihan Umum Kota Probolinggo menggelar audiensi dan sosialisasi pemilu bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo pada Senin (2/3/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi masyarakat serta menjaga kondusivitas daerah menjelang tahapan pemilu.
Audiensi yang dilaksanakan di Kantor FKUB Kota Probolinggo ini bertujuan untuk membangun sinergi strategis antara penyelenggara pemilu dan tokoh lintas agama dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilu yang damai, jujur, dan berintegritas.

Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal dalam sambutan pengantarnya menegaskan bahwa peran tokoh agama dan FKUB sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial serta memberikan literasi politik yang menyejukkan kepada umat.

“Pemilu bukan hanya agenda politik lima tahunan, tetapi momentum demokrasi yang harus dijaga bersama agar tetap bermartabat dan berintegritas,” ujar Radfan.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Probolinggo Dr. H. Ahmad Hudri, MAP. menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmen untuk turut serta dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi yang santun, mengedepankan persaudaraan, serta menolak segala bentuk provokasi dan politik identitas yang berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama.
“Peran tokoh agama sangat urgen dalam mengawal umat menjaga moralitas politik agar terwujud demokrasi dan pemilu yang berkualitas dan berintegritas”, sambut Hudri.

Dalam forum tersebut, KPU juga memaparkan tahapan pemilu, strategi peningkatan partisipasi pemilih, serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga netralitas dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung. FKUB diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan demokrasi melalui jaringan tokoh agama dan komunitas keagamaan di Kota Probolinggo.

Melalui kegiatan ini, KPU Kota Probolinggo berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan dengan FKUB guna memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan aman, damai, serta mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat Kota Probolinggo. (fiq)

Perkuat Kerja Sama Internasional, Dosen UPNVJT Berikan Kuliah Tamu di SSVIT Bangkok

Bangkok, Thailand, Berdampak.net — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) terus menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran dosen Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL), Dewi Puspa Arum, sebagai dosen tamu (Guest Lecturer) di Sarasas Suvarnabhumi Institute of Technology (SSVIT), Bangkok, Thailand, pada 13 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang telah disepakati oleh kedua institusi sejak tahun 2025. Program yang digagas bersama oleh Dewi Puspa Arum (UPNVJT) dan Dr. Rattanaporn Muhry (SSVIT) ini bertujuan untuk memperkuat pertukaran akademik dan pengembangan komunikasi global melalui pendidikan bahasa.

Inovasi Pembelajaran BIPA Lewat Seni Wayang
Dalam sesi Language & Global Communication Program tersebut, Dewi Puspa Arum menghadirkan workshop inovatif bertajuk “Learning Indonesian through Wayang Coloring: A Hands-On Cultural Language Workshop.” Metode experiential learning ini mengajak mahasiswa internasional di Thailand mengenal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui aktivitas kreatif mewarnai tokoh wayang seperti Arjuna, Bima, dan Gatotkaca. Melalui media ini, para peserta tidak hanya belajar kosakata dasar, tetapi juga mendalami filosofi dan nilai budaya Indonesia.

“Pengajaran BIPA memiliki peran strategis sebagai instrumen diplomasi pendidikan. Hal ini memungkinkan mahasiswa internasional memahami identitas sosial dan nilai masyarakat Indonesia sebagai fondasi kerja sama global,” tegas Dewi yang juga menjabat sebagai Koordinator Program BIPA KNB di UPNVJT.

Apresiasi dan Rencana Strategis Masa Depan
Rektor SSVIT, Dr. Anusorn Nampradit, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi akademisi Indonesia dalam program rutin tiap semester ini. Senada dengan hal tersebut, pihak UPNVJT juga mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan melalui paparan internasional.

Ke depan, kolaborasi kedua institusi ini diproyeksikan akan berkembang ke ranah yang lebih luas, di antaranya:

Program pertukaran mahasiswa dalam skema summer course.

Inisiasi program joint degree dan double degree.

Kolaborasi penelitian dan publikasi jurnal internasional.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama regional yang efektif dalam mendorong integrasi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.