Ketua Bidang PTKP HMI Soroti Kegiatan Berbayar Himaprodi Ekonomi Yang Bersifat Wajib

Probolinggo, Berdampak.net – Kegiatan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Ekonomi Universitas Nurul Jadid yang bersifat wajib dan disertai kewajiban pembayaran biaya registrasi menuai sorotan dari Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Komisariat (P) Nuaiman.

Sorotan tersebut muncul setelah bidang PTKP menerima sejumlah laporan dan aspirasi dari mahasiswa Program Studi Ekonomi yang merasa keberatan dengan kebijakan kegiatan wajib berbayar tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kewajiban pembayaran tidak hanya berlaku pada kegiatan luring, tetapi juga pada kegiatan daring seperti webinar.

Moh. Nizar selaku Ketua Bidang PTKP menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip pendidikan yang seharusnya menjunjung nilai keadilan dan inklusivitas bagi seluruh mahasiswa.

“Pada dasarnya, kegiatan berbayar seharusnya hanya diberlakukan pada kegiatan yang bersifat pilihan dan sukarela.
Ketika kegiatan tersebut diwajibkan, hal ini berpotensi membebani mahasiswa dan mencederai prinsip pendidikan sebagai ruang pembinaan yang adil,” ujar Nizar.

Selain itu, Nizar juga menyinggung kebijakan Angka Kredit Mahasiswa (AKM) yang diterbitkan Fakultas Sosial Humaniora Universitas Nurul Jadid. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membuka ruang bagi organisasi mahasiswa untuk membebankan biaya kepada mahasiswa demi pemenuhan poin AKM sebagai syarat akademik.

Dengan demikian, kebijakan tersebut berpotensi membuka celah penyalahgunaan apabila tidak disertai regulasi yang jelas terhadap organisasi mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan.

“Meskipun kegiatan wajib berbayar ini terjadi sebelum kebijakan AKM diterbitkan, keberadaan aturan tersebut dapat dijadikan pendukung untuk mewajibkan kegiatan berbayar kepada mahasiswa. Karena itu, perlu ada regulasi lanjutan yang mengatur pihak pelaksana kegiatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nizar menyampaikan bahwa ia telah menerima instruksi dari Ketua Umum untuk mengawal persoalan ini hingga ditemukan solusi terbaik. Ia juga meminta respons dari pihak – pihak terkait dan siap jika diperlukan ruang dialog nantinya.

“Ketua Umum juga telah memberikan instruksi kepada kami untuk terus mengawal dan melakuka pendampingan terhadap isu ini, kami meminta penjelasan secepatnya dari pihak Kaprodi maupun Hima dan siap jika diperlukan ruang dialog nanti,” Pungkasnya.

Tragedi Pembunuhan Mahasiswi UMM, HMI Cabang Probolinggo Dorong Penegakan Hukum

Probolinggo, Berdampak.net
Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa pagi, 16 Desember 2025. Jasad korban ditemukan di sekitar depan PT Satoria, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo. Belakangan diketahui, korban merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang.

Menanggapi kejadian tersebut, HMI Cabang Probolinggo menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara serius.

HMI Cabang Probolinggo meminta pihak kepolisian, khususnya Polres Kabupaten Probolinggo, agar segera mengungkap pelaku dan menuntaskan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Imam Suyuti selaku ketua umum HMI Cabang Probolinggo, menyampaikan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Sebagai mahasiswa sangat prihatin terhadap adanya kasus ini dan saya berharap aparat kepolisian bisa bekerja secara maksimal dan profesional untuk mengungkap pelaku pembunuhan secara transparan, insyaallah dalam dua hari kedepan surat dari kami akan masuk” Ujar imam.

Imam juga menyoroti adanya dugaan bahwa pelaku merupakan aparat kepolisian kabupaten Probolinggo. Menurutnya, hal tersebut menjadi alarm serius bagi kondisi sosial di daerah tersebut.

“Adanya dugaan pelaku merupakan aparat kepolisian Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa daerah kita ini sedang mengalami krisis moral. Yang seharusnya menjadi tombak utama keamanan malah sebaliknya lebih membahayakan. Kejadian ini memperjelas bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, HMI Cabang Probolinggo akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses penegakan hukum.

FORMAM MAIS SELENGGARAKAN SEMINAR PENDIDIKAN ANTI NARKOBA BERSAMA SATRESNARKOBA POLRES PROBOLINGGO

Probolinggo, Berdampak.net – Forum Alumni MA Islamiyah Syafi’iyah (FORMAM MAIS) sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan Anti Narkoba sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Mushola Putra MAIS, dan diikuti oleh siswa-siswi dan guru dari lingkungan sekolah maupun alumni.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian Resort Probolinggo, yakni IPDA Farid Vidhyanto, S.H., KBO Satresnarkoba, yang memaparkan materi mengenai bentuk-bentuk narkoba, pola peredarannya, serta dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaannya. Dalam penyampaiannya, IPDA Farid menekankan pentingnya ketahanan diri dan lingkungan sekolah dalam mencegah masuknya narkoba kepada generasi muda.

Kegiatan juga dibuka secara resmi oleh H. Zainul Arif Rahmatullah, M.Pd., Kepala Sekolah MAIS, yang memberikan apresiasi atas prakarsa FORMAM MAIS dalam menghadirkan edukasi positif dan preventif. Beliau menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk pelajar yang bersih dari narkoba dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Sebagai penyelenggara, Ketua Umum FORMAM MAIS, Ranie Chotijah Nata Wijayanti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen organisasi dalam mewujudkan “Insan Cita yang Bersih dari Narkoba untuk Indonesia Emas”. Didampingi oleh Muhammad Ubaidillah selaku Kepala Divisi Pendidikan dan M. Hiskyl Widianto sebagai Ketua Pelaksana, kegiatan berjalan lancar dan interaktif.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan edukasi bahaya narkoba di lingkungan masing-masing. FORMAM MAIS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif lainnya sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat sekolah dan lembaga pendidikan.

Rofiq Jazirah, Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Kembali Berkiprah di Kancah Nasional

Probolinggo- Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Rofiq Jazirah kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Setelah pada bulan Agustus lalu dinyatakan lulus dalam seleksi Pembibitan Dai Muda Nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Dakwah Kementerian Agama RI, kini Rofiq kembali melangkah mengharumkan nama Probolinggo dengan lolos sebagai peserta dalam Pelatihan Dai Transformatif 2025 yang diinisiasi oleh Corps Dai Dompet Dhuafa.

Proses seleksi program ini tidaklah mudah. Tahapan seleksi dimulai dari penilaian berkas, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam seputar dunia dakwah, isu zakat, serta kemampuan problem solving dalam menghadapi problematika sosial di akar rumput. Namun, dengan kepercayaan diri, semangat belajar yang tinggi, dan tekad kuat untuk terus berkontribusi, Rofiq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik dari seluruh penjuru nusantara.

Program Pelatihan Dai Transformatif 2025 ini dirancang untuk berlangsung selama 14 hari, terdiri dari 9 hari sesi pelatihan intensif dan 5 hari praktik lapangan. Meskipun lokasi kegiatan belum diumumkan secara resmi, rencana pelaksanaannya diperkirakan akan berpusat di wilayah Jabodetabek.

Rofiq mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan berharga ini. “Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan dari orang tua, guru, sahabat, serta seluruh civitas akademika Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi jalan untuk terus belajar, berkhidmat, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujarnya penuh haru.

Dengan torehan ini, nama Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong kembali harum di tingkat nasional. Sosok Rofiq Jazirah menjadi inspirasi baru bagi para mahasiswa dan generasi muda dai untuk terus berproses, berdakwah dengan pendekatan transformatif, dan membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat.

Sosialisasi Pentingnya Pendidikan: KKN Desa Puspan 2025

Probolinggo – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Puspan tahun 2025 menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Pentingnya Pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Raudhlatul Fath, Desa Puspan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Acara yang berlangsung pada Sabtu tanggal 9 Agustus 2025 ini dihadiri oleh siswa-siswi di lingkungan MA Raudhlatul Fath.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Bapak Sahrul Munir, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu bekal utama untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan, baik dalam aspek karier, sosial, maupun pengembangan diri.

Bapak Sahrul juga menuturkan bahwa generasi muda harus memiliki kesadaran sejak dini akan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan di kelas, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya dalam sesi penyampaian materi.

Kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti jalannya acara, bahkan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan seputar motivasi belajar dan tantangan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Interaksi ini menunjukkan tingginya minat pelajar dalam menggali wawasan baru.

Kepala MA Raudhlatul Fath, Abdul Somad menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program sosialisasi oleh kelompok KKN Desa Puspan 2025. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik, khususnya dalam memupuk semangat belajar. “Kami sangat menyambut positif kegiatan ini. Semoga mampu memberikan motivasi kepada anak-anak untuk lebih giat dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Selain memberikan materi, pemateri juga mengajak siswa untuk terus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diperoleh di bangku sekolah, melainkan juga melalui pengalaman, interaksi sosial, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa MA Raudhlatul Fath semakin termotivasi untuk menggapai cita-cita mereka melalui jalur pendidikan. Program KKN Desa Puspan 2025 pun diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan sebagai pondasi kemajuan bangsa.

Mahasiswa KKN UPM Puspan Adakan Sosialisasi Untuk Cegah Penggunaan Narkoba

Probolinggo – Pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2025, mahasiswa KKN Universitas Panca Marga mengadakan sosialisasi terkait pencegahan penggunaan narkoba. Kegiatan ini diadakan di MTs Raudhlatul Fath, Dusun Krajan, Desa Puspan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa di MTs Raudhlatul Fath di Aula Pondok Pesantren Raudhlatul Fath lantai 2.

Pada kesempatan ini, hadir AKP Wedy yang merupakan anggota Polsek Maron sebagai pemateri pencegahan penggunaan narkoba. AKP Wedy menjelaskan betapa pentingnya generasi muda saat ini menjauhi narkoba. “Bahaya Narkoba sungguh sangat dekat dengan kita, jangan sampai kalian sebagai generasi muda coba-coba untuk mendekatinya karena dapat merusak masa depan kalian sendiri”.

Selain itu, Koordinator Desa KKN Puspan 2025, Muhammad Hadiyanto merasa sosialisasi ini perlu dilakukan untuk mencegah tingginya angka pengguna narkoba di kalangan generasi muda saat ini agar tidak sampai terjerumus bahaya narkoba. “Bahaya Narkoba menjadi concern kami karena menurut hemat kami, pengguna narkoba khususnya di kabupaten Probolinggo semakin tinggi, untuk itu sosialisasi bahaya narkoba ini perlu dilakukan” tegasnya.

Setelah penyampaian materi, ada sesi tanya jawab terkait sosialisasi ini. Audiens dari MTs Raudhlatul Fath sangat antusias dan bersemangat mengikuti sosialisasi ini. Secara keseluruhan kegiatan, sosialisasi ini berjalan dengan lancar.

Pihak sekolah MTs Raudhlatul Fath menyambut baik kegiatan ini. “Apapun itu kegiatan positif, kami selaku pihak sekolah selalu menyambut baik karena impactnya pasti positif juga” ujar salah satu guru di MTs Raudhlatul Fath.

Kegiatan sosialisasi ini termasuk dari program kerja yang dilakukan oleh kelompok KKN UPM Puspan 2025 yang merupakan bagian dari fokus Pendidikan, baik itu Pendidikan karakter, Pendidikan mental, dan Pendidikan pengetahuan bagi generasi muda di Desa Puspan.