KH Wahab Chasbullah dan Jalan Kebangkitan Ekonomi Nahdliyin

Oleh: Fajar Satrio

Nahdlatul Ulama tidak hanya lahir dari kegelisahan keagamaan. Sejak awal, NU juga memiliki perhatian besar terhadap persoalan sosial dan ekonomi umat. Salah satu tokoh yang memiliki visi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat adalah KH Abdul Wahab Chasbullah.

Jauh sebelum istilah ekonomi umat menjadi populer, KH Wahab Chasbullah telah melihat satu persoalan mendasar: umat tidak akan benar-benar mandiri apabila tidak memiliki kekuatan ekonomi.

Gagasan itu salah satunya diwujudkan melalui Nahdlatut Tujjar, sebuah gerakan yang mendorong kaum santri dan Nahdliyin untuk membangun kekuatan ekonomi melalui perdagangan dan kemandirian usaha.

Nahdlatut Tujjar: Dari Santri untuk Kemandirian Ekonomi

Nahdlatut Tujjar bukan sekadar perkumpulan para pedagang. Di balik gerakan tersebut terdapat sebuah gagasan besar: membangun kekuatan ekonomi umat dari bawah.

KH Wahab memahami bahwa masyarakat pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar. Ada jaringan kiai, santri, pesantren, alumni, jamaah dan masyarakat yang tersebar di berbagai daerah. Jika jaringan tersebut mampu dikonsolidasikan dalam aktivitas ekonomi yang produktif, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.

Inilah yang membuat pemikiran KH Wahab Chasbullah tetap relevan hingga hari ini.

Persoalannya bukan apakah Nahdliyin memiliki jumlah yang besar. Persoalannya adalah apakah jumlah yang besar itu telah menjadi kekuatan ekonomi yang terorganisasi.

Jangan Hanya Menjadi Pasar

Nahdliyin memiliki potensi sebagai pasar yang sangat besar. Namun, menjadi konsumen saja tidak cukup.

Kebangkitan ekonomi Nahdliyin harus diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pasar bagi produk orang lain, tetapi juga menjadi produsen, distributor, pemilik usaha, pemilik modal dan pengambil keputusan dalam rantai ekonomi.

Semangat inilah yang seharusnya dikembalikan kepada spirit Nahdlatut Tujjar.

Petani Nahdliyin harus diperkuat agar tidak berhenti sebagai penghasil bahan mentah. Pelaku UMKM harus dibantu naik kelas. Santri perlu dibekali keterampilan kewirausahaan. Koperasi dan lembaga ekonomi harus diperkuat. Digitalisasi harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar.

Dengan demikian, dakwah ekonomi tidak berhenti pada ceramah tentang pentingnya berwirausaha, tetapi hadir dalam bentuk pendampingan, akses permodalan, akses pasar, teknologi dan jaringan bisnis.

Menghidupkan Kembali Spirit KH Wahab

Hari ini, tantangannya tentu berbeda dengan zaman KH Wahab Chasbullah.

Ekonomi telah memasuki era digital. Persaingan tidak lagi hanya antarkota atau antarprovinsi, tetapi sudah lintas negara. Modal, teknologi, data dan jaringan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.

Namun prinsip dasarnya tetap sama: umat harus memiliki kemandirian ekonomi.

Karena itu, spirit Nahdlatut Tujjar perlu diterjemahkan dalam konteks kekinian.

Bukan sekadar membuat sebanyak-banyaknya pengusaha Nahdliyin, tetapi membangun ekosistem ekonomi Nahdliyin.

Ada produsen, ada distributor, ada pembiayaan, ada pemasaran, ada teknologi, ada pendidikan bisnis, ada koperasi, dan ada jaringan pasar yang saling menguatkan.

Jika satu pelaku usaha tumbuh sendiri, dampaknya mungkin kecil. Tetapi jika ribuan pelaku usaha terhubung dalam satu ekosistem, maka yang tumbuh bukan hanya individu, melainkan kekuatan ekonomi umat.

Dari Jamaah Menjadi Jaringan Ekonomi

Inilah pekerjaan besar generasi Nahdliyin hari ini.

Jamaah yang besar harus diubah menjadi jaringan yang produktif. Jaringan pesantren harus terkoneksi dengan dunia usaha. Alumni pesantren dapat menjadi penghubung pasar. Para pengusaha Nahdliyin dapat menjadi mentor sekaligus membuka akses bagi pelaku usaha kecil.

Dengan cara itu, semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat pesantren dapat diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi.

KH Wahab Chasbullah telah meletakkan fondasi pemikiran bahwa agama, perjuangan sosial dan kemandirian ekonomi tidak dapat dipisahkan.

Maka, mengingat Nahdlatut Tujjar bukan sekadar mengenang sejarah. Yang lebih penting adalah mengambil keberanian dan visinya untuk menjawab persoalan ekonomi umat hari ini.

Sebab kebangkitan Nahdliyin tidak cukup hanya diukur dari besarnya jumlah jamaah, banyaknya lembaga pendidikan, atau kuatnya pengaruh sosial.

Kebangkitan juga harus terlihat dari seberapa banyak Nahdliyin yang mampu berdiri secara ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, menguasai rantai produksi dan menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional.

Itulah barangkali bentuk penghormatan paling nyata kepada KH Wahab Chasbullah: bukan hanya mengingat namanya, tetapi meneruskan perjuangannya.

Nahdlatut Tujjar harus kembali menjadi spirit. Dari pesantren membangun usaha, dari usaha membangun kemandirian, dan dari kemandirian membangun kebangkitan ekonomi Nahdliyin.

Demokrat Probolinggo Tak Mau Tunggu Pemilu, Target 3 Kursi Mulai Diburu dari Sekarang

PROBOLINGGO, Berdampak.net – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kabupaten Probolinggo. Kader diminta tidak menunggu momentum Pemilu untuk bergerak, tetapi membangun kekuatan dan kepercayaan masyarakat sejak sekarang.

Pesan tersebut mengemuka dalam konsolidasi kader Demokrat yang digelar di Bromo View, Senin (24/8/2026).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, mendorong kader Demokrat Probolinggo lebih aktif turun ke masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Target politik yang dipasang pun cukup jelas, yakni merebut tiga kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu mendatang.

Target tersebut bukan sekadar angka. Tiga kursi menjadi bagian dari upaya Demokrat membangun kembali kekuatan politiknya di Kabupaten Probolinggo.

Agung menekankan, waktu menuju Pemilu tidak boleh dihabiskan hanya dengan menunggu tahapan politik dimulai. Menurutnya, kerja politik harus dibangun melalui kehadiran kader di tengah masyarakat secara konsisten.

“Kalau kita hadir di tengah masyarakat, Insya Allah Demokrat akan semakin besar,” menjadi salah satu pesan Agung dalam konsolidasi tersebut.
Dorongan untuk bergerak lebih awal menunjukkan Demokrat ingin mengubah pola kerja politik. Partai tidak ingin hanya terlihat aktif ketika Pemilu sudah semakin dekat.
Konsolidasi struktur, penguatan jaringan hingga tingkat bawah, kaderisasi serta komunikasi dengan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Demokrat belum mendapatkan kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pada Pemilu 2024.
Karena itu, target tiga kursi sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan apakah mesin politik Demokrat benar-benar mampu bangkit.
Tidak cukup hanya memasang target. Demokrat juga membutuhkan figur yang kuat, struktur yang bekerja dan kader yang konsisten menjaga hubungan dengan masyarakat.
Target tiga kursi pada akhirnya akan menjadi ukuran keberhasilan konsolidasi Demokrat Probolinggo.
Jika kerja politik dimulai jauh sebelum Pemilu, partai memiliki waktu untuk memetakan kekuatan, membangun basis dukungan dan menyiapkan kandidat potensial.

Sebaliknya, jika mesin politik kembali bergerak hanya menjelang pencoblosan, target tersebut akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Bagi Demokrat Probolinggo, pertarungan merebut kursi DPRD bukan baru dimulai ketika masa kampanye tiba.

Peringati HUT RI ke-81 dan HUT Partai Demokrat ke-25, Partai Demokrat Kota Probolinggo Gelar Lomba Rakyat

Probolinggo, Berdampak.net – Dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat yang ke-25, DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo menggelar acara bertajuk “Lomba Rakyat” yang menyajikan lomba pancing makan kerupuk, lomba balap kelereng dan tempel balon berpasangan, serta lomba estafet pasang sarung. Dari kategori anak-anak, wanita dewasa dan pria dewasa. Lomba Rakyat ini digelar setiap malam mulai hari Jum’at 21 Agustus hingga mencapai puncaknya pada Minggu 23 Agustus 2026 jam 18.00 WIB di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo Tri Septa Agung Pamungkas yang didampingi para pengurus inti Partai Demokrat Kota Probolinggo, menyebut suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Lomba Rakyat Partai Demokrat di Kota Probolinggo yang dihadiri lebih dari 70-an warga masyarakat.

Acara yang berlangsung lancar ini bertabur beragam hadiah menarik serta momen keakraban antar warga.

Dalam sambutannya, Tri Septa Agung menyampaikan apresiasi dan doa bagi seluruh warga yang hadir. Partai Demokrat Kota Probolinggo berharap seluruh peserta dan warga masyarakat yang hadir selalu diberikan kesehatan dan keberkahan, serta membawa pulang hadiah dan trofi yang telah disediakan. Masyarakat pun terlihat antusias, riang dan gembira menyambut gelaran Lomba Rakyat dari Partai Demokrat Kota Probolinggo ini.

“Lomba Rakyat ini merupakan program Partai Demokrat untuk memperkuat semangat persaudaraan dan guyub rukun antar warga, menumbuhkan jiwa sportif dan gotong royong, serta ikhtiar Partai Demokrat untuk terus dekat dengan rakyat,” ucapnya disambut gemuruh tepuk tangan dari para warga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Partai Demokrat dengan masyarakat. Beragam permainan sederhana yang sarat hiburan dan kebersamaan membuat suasana kegiatan berlangsung seru dan meriah.

Sejumlah perlombaan yang digelar dikemas dengan konsep permainan rakyat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya lomba estafet pasang sarung, adu cepat kelereng di sendok sambil mengapit balon berpasangan, serta adu cepat makan kerupuk berpasangan memakai pancing. Seru, meriah, dan bikin ngakak warga yang menonton. Dari anak-anak, remaja, bapak-bapak dan para emak-emak, semua ikut aktif meramaikan lomba rakyat ini. (fj)

Prajurit Petarung Muda Korps Marinir Resmi Masuk Brigif 2 Marinir, Siap Tempaan Menjadi Prajurit Petarung Profesional

Sidoarjo, Berdampak.net – Dispen Kormar, TNI AL (Sidoarjo). Brigade Infanteri 2 Marinir kembali menambah kekuatan personilnya dengan menerima prajurit petarung muda Korps Marinir mantan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLV Gelombang Tiga TA 2025. Upacara penerimaan dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla., di Lapangan Rencong Sakti, Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (05/08/2026).

Momen tersebut menjadi awal pengabdian para prajurit muda untuk mengemban tugas sebagai bagian dari Satuan petarung Korps Marinir yang memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi dan penugasan.

Dalam amanatnya, Komandan Brigif 2 Marinir menyampaikan bahwa upacara penerimaan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas bergabungnya prajurit petarung muda Korps Marinir ke jajaran Brigif 2 Marinir. Ia menegaskan bahwa para prajurit muda kini telah berada di “Sarangnya Petarung” Korps Marinir, Satuan yang telah membuktikan dedikasi melalui berbagai penugasan tempur, baik di dalam maupun luar negeri, serta menorehkan beragam prestasi di tingkat Pasmar 2, Korps Marinir hingga TNI Angkatan Laut yang mengharumkan nama bangsa dan negara. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk meneruskan tradisi juang, loyalitas, dan profesionalisme yang telah diwariskan oleh para seniornya.

“Prajurit Korps Marinir adalah prajurit yang mempunyai disiplin tinggi dalam perilaku sehari-hari, sekaligus prajurit lapangan yang dibesarkan di kancah perjuangan. Karena itu, setiap prajurit Korps Marinir dituntut untuk selalu siap berjuang demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla,.

Mengakhiri amanatnya, Komandan Brigif 2 Marinir memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman bagi para Tamtama Remaja dalam memulai kehidupan di satuan. Ia mengingatkan agar seluruh prajurit segera beradaptasi dengan lingkungan baru, terus belajar, tidak ragu bertanya kepada senior, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta senantiasa berbuat yang terbaik dan mengukir prestasi demi kejayaan Korps Marinir. Dengan semangat juang, disiplin, dan dedikasi tinggi, prajurit petarung muda Korps Marinir tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi prajurit Korps Marinir yang tangguh, profesional, serta siap menghadapi setiap tugas yang diamanahkan demi kepentingan bangsa dan negara.

Gugah Kesadaran Masyarakat, Pena Hijau dan Greeneration Gelar Aksi Bersih Sungai di Probolinggo

PROBOLINGGO, Berdampak.net — Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (Pena Hijau) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi clean up river (bersih-bersih sungai). Pada kegiatan yang berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8/2026), Pena Hijau menggandeng komunitas Greeneration untuk berkolaborasi langsung di lapangan.

Koordinator Pena Hijau, Taufiqur Rohim, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin yang konsisten mereka jalankan setiap minggunya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sumber daya air.

“Ini merupakan kegiatan rutin kami selama satu pekan sekali dalam melakukan clean up sungai. Kali ini sungai yang kita pilih untuk dibersihkan berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo,” ujar Taufiq di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi kali ini, keikutsertaan komunitas Greeneration memberikan energi tambahan bagi gerakan sosial tersebut. Taufiq pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda yang tergabung dalam komunitas tersebut atas partisipasi aktif mereka.

“Pada clean up river ini kami juga ditemani oleh kawan-kawan dari komunitas yang sangat luar biasa yakni Greeneration, komunitas yang juga beranggotakan para pemuda yang turut andil dalam kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan. Terima kasih kami sampaikan kepada kawan-kawan Greeneration,” tambahnya.

Tidak sekadar mengangkut sampah, para relawan juga menerapkan sistem pemilahan sejak dari area sungai. Sampah yang dikumpulkan dipisahkan ke dalam kantong plastik besar (trash bag) berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik.

Pendekatan ini dilakukan agar sampah yang terkumpul tidak sekadar menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dapat diolah kembali menjadi produk yang lebih berdaya guna.

“Saat melakukan clean up, kita juga pilah sampah organik dan anorganik dan kita bungkus dalam trash bag. Harapannya nanti dari sampah-sampah tersebut ke depan kita bisa olah lagi menjadi bahan yang lebih bermanfaat,” terangnya.

Melalui gerakan yang konsisten ini, Pena Hijau berharap aksi nyata para pemuda dapat menjadi pemantik kesadaran bagi warga sekitar agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah maupun sampah rumah tangga.

“Semoga melalui kegiatan kami ini, salah satunya bisa menggugah hati masyarakat untuk turut menjaga sungai-sungai kita dari sampah, karena sungai bukan tempat sampah,” tegasnya. (rd)

Berdampak pada Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat, Pemkab Probolinggo Raih 4 Penghargaan

Probolinggo, Berdampak.net – Kabupaten Probolinggo meraih empat penghargaan sekaligus pada puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Prestasi ini menjadi apresiasi atas keberhasilan daerah memperkuat program keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan SDM berbasis keluarga.

Penghargaan diterima Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Rabu (29/7/2026), yang diserahkan oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Empat penghargaan meliputi inovasi program prioritas nasional (Tamasya, GATI, Sidaya, Genting, dan MBG), capaian peningkatan peserta KB berkualitas (MKJP dan MOW), penyusunan Peta Jalan PJPK 2026, serta dukungan inovatif TP PKK dalam pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Bupati menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus memperluas program berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.