Khitan Massal Gratis dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025

Probolinggo, 25 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Credit Union (CU) Amanah Tongas bekerja sama dengan Klinik NU – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal Gratis.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Klinik NU Kota Probolinggo. Tahun kesepuluh peringatan HSN dengan mengusung tema, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Sebanyak 25 anak dari berbagai wilayah sekitar Tongas dan Kota Probolinggo mengikuti kegiatan sosial tersebut. Suasana penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan pengabdian ini.

Ketua CU Amanah Tongas, Musyarrofah, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai bentuk nyata kepedulian sosial lembaga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kami kepada masyarakat. Kami berharap dapat terus berkontribusi bagi kemaslahatan bersama,” tegas Musyarrofah.

Sementara itu, Ketua LKNU Kota Probolinggo, drg. Muhammad Irfan, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga sosial-keagamaan dalam memberikan pelayanan kesehatan dan kemaslahatan bagi umat.

“Kegiatan kolaboratif seperti ini perlu terus didorong untuk mengoptimalkan peran entitas sosial keagamaan seperti LKNU dalam berkhidmat untuk umat,” ujar drg. Irfan.

Penegasan senada disampaikan oleh Direktur Klinik NU Kota Probolinggo, dr. Arif, yang menegaskan kesiapan pihaknya dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk kegiatan kemanusiaan.

“Klinik NU siap bermitra dengan siapa pun dalam rangka kemaslahatan umat. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ungkap dr. Arif.

Kegiatan khitanan massal ini tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian santri dalam mengabdi kepada masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai ke-NU-an yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, CU Amanah Tongas bersama Klinik NU–LKNU Kota Probolinggo berharap dapat terus menjadi pelopor gerakan sosial dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa.

Pemkot dan FKUB Kota Probolinggo Terima Kunjungan Silaturahmi GKJW Malang III Timur

Probolinggo, 25 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Probolinggo bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menerima kunjungan silaturahmi dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) lingkup Pelayanan Wilayah Malang III Timur pada Minggu (25/10) pukul 10.00 WIB di Command Center (CC) Pemerintah Kota Probolinggo.

Rombongan GKJW yang dipimpin oleh Pendeta Hutomo Suryo Widodo, selaku Ketua Pelayan Harian GKJW Malang III Timur, disambut dengan hangat oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Budi Wirawan, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), M. Sonhaji. Dari FKUB hadir langsung Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, bersama jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Budi Wirawan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan GKJW yang menunjukkan semangat kebersamaan lintas iman.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai wujud nyata kemitraan antara Pemerintah Kota Probolinggo dan GKJW dalam memperkuat sinergi sosial-keagamaan di daerah,” ujarnya.

Budi Wirawan juga menegaskan bahwa suasana aman dan damai di Kota Probolinggo tidak lepas dari kontribusi seluruh umat beragama yang terus menjaga harmoni.

“Kondusivitas ini tercipta berkat dukungan semua pihak yang konsisten menumbuhkan nilai toleransi dan saling menghormati,” tambahnya.

Sementara itu, Pendeta Hutomo Suryo Widodo menjelaskan bahwa maksud kedatangan pihaknya adalah untuk mempererat jalinan persaudaraan dan memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kota dan FKUB.

“Melalui silaturahmi ini, kami berharap muncul gagasan dan kolaborasi baru yang memberi manfaat bagi masyarakat dan turut berkontribusi pada pembangunan kota,” ungkap Pendeta Hutomo.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Ahmad Hudri menyampaikan paparan mengenai berbagai program yang dijalankan FKUB Kota Probolinggo dalam menjaga keharmonisan umat beragama.

“FKUB berkomitmen memperkuat kerukunan melalui pendidikan, dialog lintas agama, dan pendekatan moderasi beragama yang dilakukan secara berkelanjutan,” tutur Hudri.

Hudri juga menjelaskan bentuk dukungan nyata Pemkot Probolinggo terhadap FKUB, antara lain melalui bantuan hibah yang sebagian digunakan untuk honorarium 38 guru nonformal dari Sekolah Minggu, Pasraman, dan Klenteng sebesar Rp. 500.000 per bulan, yang disalurkan setiap tiga bulan. Sebelum penyaluran, FKUB melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lembaga penerima untuk memastikan tepat sasaran.

Selain itu, Hudri memaparkan sejumlah program unggulan FKUB, seperti Pendidikan Kader Penggerak Moderasi Beragama (PKPMB) segmen kepemudaan lintas agama, Forum Kader Muda Penggerak Moderasi Beragama, serta berbagai kegiatan edukatif seperti Festival Budaya Lintas Agama, Silaturahmi Umat Lintas Agama, Rumah Pintar Moderasi Beragama, dan Gerakan Ekoteologi yang menekankan harmoni antara iman dan lingkungan.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan dialog bersama yang memperkuat komitmen untuk terus menumbuhkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Probolinggo.

Rofiq Jazirah, Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Kembali Berkiprah di Kancah Nasional

Probolinggo- Mahasiswa Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong, Rofiq Jazirah kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Setelah pada bulan Agustus lalu dinyatakan lulus dalam seleksi Pembibitan Dai Muda Nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Dakwah Kementerian Agama RI, kini Rofiq kembali melangkah mengharumkan nama Probolinggo dengan lolos sebagai peserta dalam Pelatihan Dai Transformatif 2025 yang diinisiasi oleh Corps Dai Dompet Dhuafa.

Proses seleksi program ini tidaklah mudah. Tahapan seleksi dimulai dari penilaian berkas, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam seputar dunia dakwah, isu zakat, serta kemampuan problem solving dalam menghadapi problematika sosial di akar rumput. Namun, dengan kepercayaan diri, semangat belajar yang tinggi, dan tekad kuat untuk terus berkontribusi, Rofiq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik dari seluruh penjuru nusantara.

Program Pelatihan Dai Transformatif 2025 ini dirancang untuk berlangsung selama 14 hari, terdiri dari 9 hari sesi pelatihan intensif dan 5 hari praktik lapangan. Meskipun lokasi kegiatan belum diumumkan secara resmi, rencana pelaksanaannya diperkirakan akan berpusat di wilayah Jabodetabek.

Rofiq mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan berharga ini. “Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan dari orang tua, guru, sahabat, serta seluruh civitas akademika Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi jalan untuk terus belajar, berkhidmat, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujarnya penuh haru.

Dengan torehan ini, nama Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong kembali harum di tingkat nasional. Sosok Rofiq Jazirah menjadi inspirasi baru bagi para mahasiswa dan generasi muda dai untuk terus berproses, berdakwah dengan pendekatan transformatif, dan membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat.